Jelang Piala Dunia, Penjualan Antena TV Laris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan berjalan didepan tembokl yang dihiasi dengan bendera para peserta Piala Dunia 2014 di Rio de Janeiro, Brasil (8/6).  REUTERS/Pilar Olivares

    Seorang perempuan berjalan didepan tembokl yang dihiasi dengan bendera para peserta Piala Dunia 2014 di Rio de Janeiro, Brasil (8/6). REUTERS/Pilar Olivares

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan antena televisi di kawasan Glodok, Jakarta Barat, mengalami peningkatan menjelang perhelatan Piala Dunia 2014. "Mereka mulai cari antena supaya bisa menonton Piala Dunia di rumah," ujar Ricky, 33, pemilik kios elektronik di lantai dasar Glodok Plaza, Kamis, 12 Juni 2014.

    Ricky mengatakan, dalam tiga hari terakhir, pengunjung mulai mendatangi kiosnya untuk mencari antena dalam. "Melonjak drastis sih sepertinya enggak, tapi mulai banyak yang cari," ujarnya.

    Menurut Ricky, pembeli kebanyakan memilih antena dalam karena praktis untuk dipasang. Terutama antena yang dilengkapi dengan booster karena memberikan kualitas gambar yang lebih baik. Ia menjual antena televisi dengan berbagai spesifikasi. Harga yang dipatok Rp 30-200 ribu.

    Begitu juga yang dialami Edi Wijaya, 42, pemilik kios elektronik di lantai dasar Orion Plaza, Glodok. Ia membenarkan kabar bahwa penjualan antena televisi mengalami sedikit peningkatan menjelang perhelatan Piala Dunia. "Pengunjung langsung menanyakan antena dalam begitu ke sini," ujarnya.

    Menurut Edi, sebagian besar pembeli antena itu adalah pelanggan televisi berbayar yang tidak akan mendapatkan tayangan Piala Dunia karena siarannya diacak. Ia mengatakan sudah menjual belasan unit antena dalam tiga hari terakhir. Padahal biasanya antena dalam sepi peminat. Antena yang habis dibeli pengunjung di kiosnya, kata Edi, adalah antena yang ia jual seharga Rp 35 ribu. "Selain murah, ukurannya juga kecil, jadi enggak terlalu makan tempat," ujarnya.

    Pelanggan televisi berbayar, khususnya pencinta sepak bola, harus bersiap kecewa selama perhelatan Piala Dunia 2014. Sebab , tayangan pertandingan yang berlangsung di  Brasil itu hanya disiarkan stasiun-stasiun televisi di bawah naungan VIVA Group, yaitu ANTV dan TVOne (Lihat: Grup Bakrie Kantongi Hak Siar Piala Dunia 2014). Pemilik stasiun televisi telah mengumumkan bahwa tayangan pertandingan Piala Dunia akan diacak. Hal itu membuat pelanggan televisi berbayar memutuskan menggunakan antena televisi manual agar dapat menyaksikan laga dalam turnamen sepak bola terakbar di dunia ini.

    NURIMAN JAYABUANA

    Berita sebelumnya:
    Jelang Pembukaan, Stadion Das Dunas Belum Rampung
    3 Pemain Kunci Laga Perdana Brasil-Kroasia  
    Brasil Siap Hadapi Laga Pembuka  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.