Piala Dunia, Warung Kopi di Yogyakarta Raup Untung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gedek menghias dinding rumah panggung. Bambu menyangga kokoh bangunan. Tangga dari kayu menyambut pengunjung. Dingklik kayu berteman meja mengisi ruangan. Sawah menghampar, menjadi latar bangunan beratap bambu. Halaman bangunan ini luas menghadap jalan. Musik nyaring menemani penikmat kopi. Pramusaji mondar-mandir menyuguhkan makanan dan minuman.

    Ini adalah suasana warung kopi Bjong di Nologaten, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung kopi bersiap menghadapi Piala Dunia 2014. Pesta sepak bola sejagat ini berlangsung mulai Jumat dinihari, 13 Juni hingga 13 Juli 2014. Hajatan dunia ini menjadi momentum warung kopi mendulang keuntungan. Nonton bareng bakal menyedot banyak pengunjung warung kopi. "Kami akan gelar nobar sepanjang pertandingan," kata karyawan warung kopi Bjong, Bariek Ahmad Hasany, Kamis, 12 Juni 2014. (Baca: Nonton Piala Dunia Ahok Tak Bisa Pulang Teler)

    Warung kopi ini, kata dia, sudah bekerja sama dengan sponsor Piala Dunia 2014 sehingga tak perlu khawatir soal izin hak siar. Warung menyiapkan layar berukuran besar dan tambahan karyawan untuk mengantisipasi jumlah penonton yang membeludak. Warung kopi ini mampu menampung setidaknya 250 orang. (Baca: Sambut Piala Dunia Pusat Belanja Gelar Nobar)

    Ia mencontohkan, saking penuhnya warung pada Piala Dunia 2010, penonton nobar duduk lesehan demi menyaksikan pertandingan lewat layar. Warung itu dipenuhi penonton, baik dewasa, bocah, penggemar bola dadakan hingga penggila bola.

    Bariek menyatakan penonton paling banyak berasal dari kalangan mahasiswa. Ajang nobar membuat omzet warung kopi naik hingga 50 persen. "Pada hari biasa omzet warung kopi per hari Rp 1 juta. Sedangkan, setiap ada nobar omzetnya per hari bisa mencapai Rp 1,5 juta," kata dia.

    Sederet warung kopi juga berdiri tak jauh dari Nologaten. Di kawasan Seturan terdapat warung kopi bernama Goeboex Coffee. Warung ini berkonsep bangunan sama dengan warung kopi Bjong. Bedanya, Goeboex Coffee punya lapangan futsal di bagian belakang warungnya. (Baca: Nonton-Bareng-Piala-Dunia-di-Hotel-Bisa-Dibubarkan)

    Pemilik Goeboex Coffe, Dwi Kartika Sari, mengatakan akan menggelar nonton bareng selama Piala Dunia 2014. Warungnya pun sudah bekerja sama dengan sponsor resmi Piala Dunia. Dwi menyatakan jadwal pertandingan Piala Dunia 2014 ada yang berlangsung dinihari saat puasa Ramadan berlangsung. Ini membawa keuntungan karena nobar bisa digelar ketika sahur. "Kami akan menambah menu dan menjual paket harga khusus. Nanti lihat animo masyarakat," kata dia.

    Menurut dia, warung kopinya langganan menggelar nobar setiap Piala Dunia berlangsung. Acara ini menaikkan omzet warungnya hingga 50 persen. Pada Piala Dunia 2010, misalnya, omzet warung per hari setidaknya mencapai Rp 2 hingga Rp 10 juta. Penonton membeludak ketika pertandingan semifinal dan final berlangsung. Warung kopi milik Dwi berkapasitas 200 hingga 400 orang. "Kami akan tambah jadwal jaga pramusaji jika animo pengunjung tinggi," kata dia. (Baca:Nobar Piala Dunia Bakal Jadi Ajang Kampanye Capres)

    SHINTA MAHARANI

    Terpopuler:
    Ini Raeni, Anak Tukang Becak Peraih Beasiswa ke Inggris

    Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro APBNP 

    Krisdayanti: Jokowi Harus Perhatikan Perempuan

    Ada Gunung Bertuah, Bandara Kulon Progo Ditolak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.