Spanyol Vs Belanda, Ulangi Final Piala Dunia 2010  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Julie Jacobson, Matt Dunham

    AP/Julie Jacobson, Matt Dunham

    TEMPO.CO, Salvador - Laga perdana Grup B yang berlangsung Sabtu dinihari nanti diprediksi bakal menjadi pertandingan tak terlupakan bagi tim nasional Spanyol dan Belanda. Sebab, pertandingan nanti bakal menjadi pertandingan ulangan final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

    Pada laga final Piala Dunia di Johannesburg empat tahun lalu, Tim Oranye--julukan timnas Belanda--harus takluk 1-0 oleh timnas Spanyol pada babak perpanjangan waktu. Spanyol saat itu unggul lewat gol Andres Iniesta.

    Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, mengatakan, sejak pertandingan itu, kedua tim telah melakukan berbagai perubahan besar yang bisa mempengaruhi pertandingan nanti malam. "Belanda sudah jauh berubah dibanding empat tahun lalu," kata Bosque, seperti ditulis Guardian, Jumat, 13 Juni 2014.

    Dalam empat tahun terakhir, pelatih Belanda, Louis van Gaal, telah mengubah gaya latihan timnya. Sebelumnya, sesi latihan Tim Oranye lebih didominasi latihan fisik, tapi sekarang lebih banyak materi latihan teknik yang dimasukkan. Skuad Belanda juga lebih banyak diisi dengan pemain-pemain muda.

    ADVERTISEMENT

    Di kubu Spanyol, Bosque tak banyak mengubah komposisi pemain La Furia Roja--julukan timnas Spanyol. Hanpir 60 persen skuad Spanyol yang bakal diturunkan nanti malam pernah bertanding pada Piala Dunia 2010. "Namun tim kami tak bisa disebut veteran. Kami tim yang matang," ujar Bosque.

    Pada laga yang digelar pukul 03.00 WIB nanti, Bosque akan mempertahankan gaya permainan tiki-taka. Spanyol juga diperkirakan bakal memainkan Diego Costa sebagai penyerang lubang untuk menutupi lemahnya lini depan Spanyol. Di kubu Belanda, Van Gaal akan mengganti pola 4-3-3 dengan pola 5-3-2 untuk mengantisipasi absennya gelandang Kevin Strootman yang cedera. Belanda akan mengandalkan serangan balik yang cepat dan tajam.

    Penyerang sayap Belanda, Arjen Robben, mengatakan strategi ini terbukti telah membawa Belanda ke final Piala Dunia di Afrika Selatan. "Itu adalah senjata yang berbahaya dan kami akan terus menggunakannya." Dalam skema baru ini, Robben akan dipasangkan dengan Robin van Persie di lini depan. 

    IRA GUSLINA SUFA I GUARDIAN

    Berita Lain:
    Moderator Debat Capres Jawab Kritik Lewat Twitter
    Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro APBNP
    Ini Raeni, Anak Tukang Becak Peraih Beasiswa ke Inggris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.