Dikalahkan Brasil, Pelatih Kroasia Putuskan Pulang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Kroasia Dejan Lovren (6) mendapatkan kartu kuning dari wasit Yuichi Nishimura pada pertandingan pembuka Piala Dunia antara Brasil  dan Kroasia, di stadion Itaquerao, Sao Paulo, Brasil, 12 Juni 2014. AP/Shuji Kajiyama

    Pesepak bola Kroasia Dejan Lovren (6) mendapatkan kartu kuning dari wasit Yuichi Nishimura pada pertandingan pembuka Piala Dunia antara Brasil dan Kroasia, di stadion Itaquerao, Sao Paulo, Brasil, 12 Juni 2014. AP/Shuji Kajiyama

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Kroasia, Niko Kovac, menyayangkan keputusan wasit Yuichi Nishimura yang dinilai kontroversial. Akibatnya, timnya harus menelan kekalahan saat melawan tuan rumah Brasil. Dalam pertandingan perdana Kamis malam (Jumat dinihari WIB), Brasil mengalahkan Kroasia dengan skor 3-1.

    Kovac menilai keputusan wasit berkebangsaan Jepang memberikan penalti itu adalah sesuatu yang keliru. Sebab, bola tidak menyentuh tangan pemain Kroasia, Devan Lovren, ketika terjadi kemelut di mulut gawang Kroasia. (Baca: Wasit Piala Dunia Lari 6 Km Setiap Pertandingan)

    Tendangan penalti yang dieksekusi pemain Brasil, Neymar, membuat Brasil unggul 2-1 pada babak kedua. Akhirnya Oscar berhasil mencetak gol di menit-menit terakhir dan membuat Brasil unggul 3-1. Kemenangan ini mengantarkan Brasil ke puncak klasemen Grup A dengan tiga poin. Kroasia yang punya poin nol berada di posisi terbawah.

    Atas keputusan wasit yang “berat sebelah” itu, Kovac menyatakan menyerah dan akan segera membawa anak asuhnya pulang kandang. “Bagaimana kita memulai Piala Dunia dengan keputusan wasit yang tidak fair. Lebih baik kita menyerah dan pulang,” katanya.

    Namun pelatih tim nasional, Luiz Felipe Scolari, merasa yakin bahwa keputusan wasit Nishimura yang memberikan tendangan penalti untuk Brasil sudah benar. “Tidak ada yang salah dengan keputusan wasit,” dia menegaskan. (Baca: Scolari Bantah Brasil Menang karena Wasit)

    BBC SPORT|SETIAWAN ADIWIJAYA

    Terpopuler:
    Kecelakaan Taksi, None Jakarta 2004 Tewas
    Sekab: JK Minta Rumah di Brawijaya ke SBY
    JK Minta Rumah, Sudi Silalahi Tak Tahu Batas Harga
    Petir Bubarkan Pidato Pengukuhan Guru Besar SBY
    Jaksa Nilai Anas Tidak Punya Etika



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto