Kosta Rika Manfaatkan Inkonsistensi Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kosta Rika. REUTERS/Jorge Silva

    Kosta Rika. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.COFortalezo -- Pelatih Kosta Rika, Jorge Pinto, mengatakan timnya akan memanfaatkan inkonsistensi tim Inggris dalam setiap Piala Dunia. Meski tak diunggulkan, kata Pinto, tim Kosta Rika siap mengalahkan Inggris dalam laga terakhir grup, 24 Juni mendatang.

    Dalam empat edisi Piala Dunia terakhir, Inggris selalu gagal melampaui babak perempat final. Kosta Rika berharap inkonsistensi ini akan mempengaruhi performa Inggris, sehingga timnya bisa melewati penyisihan grup untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah Piala Dunia 1990. 

    "Saya mengidentifikasi, dalam 12-14 tahun terakhir, penampilan Inggris menjadi sangat inkonsisten dalam setiap Piala Dunia," kata Pinto seperti ditulis Soccerway, Sabtu, 14 Juni 2014.

    Pinto menegaskan, timnya datang ke Piala Dunia Brasil untuk memetik kemenangan. Dia menolak timnya disebut datang hanya untuk bersenang-senang dan berwisata. Dia berjanji akan memetik poin dalam setiap laga di Grup D: melawan Italia, Uruguay, dan Inggris. "Ini bukan lagi cerita lama bahwa kami datang ke Piala Dunia untuk berpartisipasi. Kali ini kami datang untuk menunjukkan penampilan terbaik."

    ADVERTISEMENT

    Kehadiran Kosta Rika di Piala Dunia, kata Pinto, merupakan sebuah kehormatan karena bisa berhadapan dengan tim-tim terbaik dunia seperti Inggris. "Tapi kami tak takut." Bermain lepas tanpa beban akan menjadi kekuatan Kosta Rika dibanding tim-tim favorit.

    Saat ini tim Kosta Rika didukung sejumlah pemain yang berpengalaman bermain di liga sepak bola Eropa. Sebut saja Keylor Navas, yang bermain di bawah mistar gawang klub Levante (Liga Spanyol); penyerang Fulham, Bryan Ruiz; dan bek Mainz 05 (Liga Jerman), Junior Diaz.



    SOCCERWAY I IRA GUSLINA SUFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.