Ditinggal Benitez, Lini Depan Ekuador Ompong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Ekuador Carlos Gruezo melanggar pemain Inggris  Alex Oxlade-Chamberlain, dalam pertandingan persahabatan di Miami, (5/6). Richard Heathcote/Getty Images

    Pemain Ekuador Carlos Gruezo melanggar pemain Inggris Alex Oxlade-Chamberlain, dalam pertandingan persahabatan di Miami, (5/6). Richard Heathcote/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Ekuador, Reinaldo Rueda, tak pernah menurunkan target timnya di Piala Dunia 2014. "Seperti yang sudah saya bilang, kami ingin bermain sebanyak tujuh pertandingan di Brasil," kata Rueda.

    Namun Antonio Valencia cs harus bekerja keras jika ingin mewujudkan harapan Rueda. Kepergian Christian Benitez--meninggal karena serangan jantung--menyisakan lubang besar di lini depan Ekuador. Benitez merupakan striker andalan Rueda. Sepanjang kariernya di tim nasional, ia sudah mengemas 24 gol dari 58 penampilan.

    Ekuador akan menantang Swiss dalam laga perdana di Estadio Nacional, Brasilia, 15 Juni 2014, atau Ahad malam pukul 23.00 WIB. Swiss menjadi unggulan di Grup E untuk merebut tiket ke babak 16 besar. Kendati timnya diunggulkan, Stephen Lichtsteiner mengatakan belum puas dengan penampilan rekan-rekannya. Menurut pemain belakang yang membela Juventus ini, timnya belum menunjukkan penampilan yang konsisten sepanjang babak kualifikasi hingga uji coba terakhir. "Masih banyak potensi yang belum kami keluarkan," ucapnya.

    Satu hal yang menjadi catatan Lichtsteiner ialah persoalan tempo permainan. Menurut dia, rekan-rekannya masih kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk memulai serangan dan mengatur kecepatan permainan. "Tapi saya yakin itu bisa diatasi karena tim ini sudah memiliki pengalaman yang lebih baik," katanya.

    Prakiraan susunan pemain

    Swiss 4-2-3-1
    Benaglio | Rodriguez, Schar, Djourou, Lichtsteiner | Xhaka, Inler | Stocker, Mehmedi, Shaqiri | Drmic

    Ekuador 4-4-2
    Dominguez | Paredes, Erazo, Guagua, Ayovi | Valencia, Castillo, Noboa, Montero | Valencia, Caicedo

    FOX NEWS | FIFA | ADITYA BUDIMAN  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.