Portugal Dibantai Jerman, Bento Kritik Wasit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih tim nasional Portugal Paulo Bento. REUTERS/Jose Manuel Ribeiro

    Pelatih tim nasional Portugal Paulo Bento. REUTERS/Jose Manuel Ribeiro

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Portugal, Paulo Bento, mengklaim wasit Milorad Mazic bersikap bias terhadap timnya dalam pertandingan pertama Grup G Piala Dunia 2014 melawan Jerman, di Itaipava Arena Fonte Nova, Senin, 16 Juni 2014. Bento menilai ada dua keputusan wasit asal Serbia itu yang merugikan timnya.

    Bento mempertanyakan keputusan wasit menunjuk titik putih pada menit ke-12 usai Mario Gotze dijatuhkan Joao Pereira. Selain itu, Pepe diusir keluar lapangan setelah terlibat bentrokan dengan Thomas Muller di menit 37.

    “Ini adalah dua hal yang tampaknya menunjukkan bias (dari wasit). Dua hal itu sangat menentukan,” kata Bento. “Hukuman penalti sangat dipaksakan, dan saya tidak tahu apakah Pepe diusir karena reputasinya.”

    Portugal tertinggal 0-2 sebelum Pepe menerima kartu merah. Bermain dengan 10 orang, Portugal semakin kewalahan meladeni serangan Jerman. Alhasil, Cristiano Ronaldo cs tak mampu mengejar ketertinggalan dan justru kebobolan dua gol lagi. Portugal mengakhiri pertandingan dengan kekalahan telak 0-4.

    ADVERTISEMENT

    Meski mengkritik performa wasit, Bento juga tak puas dengan performa anak asuhnya. “Saya tidak mengatakan kekalahan itu karena kesalahan wasit saja. Kami juga membuat kesalahan, tidak hanya dalam pertahan, tapi juga dalam serangan kami,” ujarnya.

    SKY SPORTS | ANTONIUS WISHNU

    Baca juga:
    Mourinho Sangat Yakin Costa ke Chelsea
    Tukar Tambah Modric-Ramires Masih Alot
    Napoli Tegaskan Higuain Tak Akan ke Barcelona
    Boaz Solossa Tinggalkan Pelatnas
    Iran dan Nigeria Berebut Jadi Pendamping Argentina
    Wayne Rooney Kecewa Kalah dari Italia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.