Tim Cahill Bisa Bikin Repot Belanda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Cahill melakukan selebrasi usai mencetak gol perdana balasan ke gawang Chili, di Brazil 14 juni 2014. Jeff Mitchell/ Getty Images.

    Tim Cahill melakukan selebrasi usai mencetak gol perdana balasan ke gawang Chili, di Brazil 14 juni 2014. Jeff Mitchell/ Getty Images.

    TEMPO.CO, Porto Alegre - Belanda punya modal kuat setelah menggilas Spanyol 5-1 di laga perdana penyisihan Grup B, Jumat, 13 Juni 2014. Tim Oranye, julukan Belanda, bakal menghadapi Australia di pertandingan kedua. Striker Australia, Tim Cahill menjadi pemain yang paling diawasi anak-anak asuhan Louis van Gaal.

    Van Gaal yang memasang lima pemain belakang saat melawan Spanyol diperkirakan akan memakai formasi tradisional Belanda, 4-3-3, untuk menghadapi Australia, Rabu, 18 Juni 2014. Sementara Australia harus menang untuk mengamankan posisi di Grup B dan meraih tiket ke babak selanjutnya. Untuk itu, Cahill memang bisa menjadi tumpuan utama.

    Pemain tengah Belanda, Nigel de Jong, yang sudah kenal Cahill saat keduanya bermain di Liga Primer Inggris tahu betul karakternya. Menurut de Jong, penyerang Australia yang kini membela New York Red Bulls itu adalah salah satu pemain dengan kemampuan menyundul terbaik. Cahill mencetak gol tunggal Australia dengan sundulan saat mereka kalah 3-1 dari Cile. (Baca: Spanyol vs Belanda Ulangi Final Piala Dunia 2010)

    "Dia pemain yang luar biasa, selalu memberikan seluruh kemampuan saat di lapangan, untuk negaranya atau klub," kata De Jong. Menurut De Jong, Belanda mewaspadai Cahill karena pemain itu tahu bagaimana memanfaatkan sundulan dengan waktu yang tepat. "Dia salah satu pemain dengan tempo sundulan terbaik yang pernah kulihat, kami harus berhati-hati dalam pertandingan dan bermain serius," kata De Jong.

    Sementara itu, tim dan pelatih Australia yakin skor yang didapat ketika melawan Cile bukan menjadi penentu nasib mereka di Piala Dunia. Australia kebobolan dua gol hanya dalam 15 menit. Namun Cahill memperkecil selisih gol pada menit ke-34. Sejak saat itu Cile lebih banyak bertahan sebelum gawang Australia kembali jebol saat injury time.

    "Jika kami mendapat awalan yang tepat rasanya pertandingan berikutnya bisa lebih baik," kata kiper Australia, Mat Ryan. Pemain yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia itu berharap timnya bisa lebih berani saat melawan Belanda. "Spanyol saja kalah besar jadi apapun masih bisa terjadi di Piala Dunia," katanya. (Baca: Cile-Waspadai-Serangan-Udara-Australia)

    Belanda punya catatan bagus di Piala Dunia, namun tak pernah berhasil menjadi juara. Prestasi terbaik tim Oranye menjadi runner-up pada Piala Dunia 1974, 1978, dan 2010.

    Ada pun Australia bermain di Piala Dunia tiga kali berturut-turut sejak 2006. Prestasi terbaik mereka adalah menembus babak 16 besar pada Piala Dunia 2006.

    AP | REUTERS | GABRIEL WAHYU TITIYOGA

    Terpopuler:
    Gerrard Yakin Inggris Bisa Kalahkan Uruguay
    Piala Dunia Turunkan Gairah Seks
    Foto Bugil Pemain Kroasia Beredar di Dunia Maya
    Podolski: Kami Akan Menang
    Italia Ingin Buffon Pulih dari Cedera


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.