Hadapi Australia, Belanda di 'Atas Angin'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Ivan Sekretarev

    AP Photo/Ivan Sekretarev

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro - Belanda baru saja mereguk kemenangan besar atas Spanyol dalam laga perdana di Grup B, akhir pekan lalu. Saat itu, Van Persie dan kawan-kawan mencukur Spanyol dengan skor telak 5-1—ini menjadi kekalahan terbesar Spanyol sejak 50 tahun terakhir.

    Kemenangan besar itu membuat langkah Belanda menuju putaran 16 besar semakin mantap. Kini The Oranje—julukan tim nasional Belanda—hanya perlu satu kemenangan lagi untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup.

    Karena itu, Van Gaal mengizinkan para pemainnya sedikit menarik napas dan bermain-main dengan keluarga mereka di lapangan latihan. Selain bisa mengendurkan urat saraf, kebersamaan dengan keluarga bisa membuat para pemain lebih rileks.

    "Saya berharap mereka bisa melupakan sejenak ketegangan di sini sehingga, saat tampil nanti, mereka bisa lebih tenang," kata Van Gaal. "Saya ingin mereka melupakan euforia (karena menang besar atas Spanyol)."

    Malam nanti, Belanda akan menghadapi Australia dalam laga kedua Grup B di Estádio Beira-Rio di Porto Alegre, Brasil. Van Gaal meminta pemain membuang jauh-jauh pikiran. “Jika kami bisa mengalahkan Spanyol, kami pasti bisa menyingkirkan Australia.”

    Van Persie juga meminta rekan-rekannya tetap berpijak di bumi. "Sebab, jalan kami masih jauh dan setiap lawan memiliki karakteristik yang berbeda. Kami tidak bisa meremehkan siapa pun di sini," kata pemain Manchester United ini.

    Australia, meski memang tak sekuat Spanyol, memang layak dicemaskan. Sebab, dari tiga pertemuan terakhir kedua tim dalam laga uji coba, Belanda pernah sekali dikalahkan Australia. Dua laga lainnya berakhir imbang.

    "Di sana ada Tim Cahill," kata pemain Belanda, Nigel de Jong. "Dia adalah pemain yang memberi semua perhatiannya untuk satu pertandingan. Kami harus benar-benar mewaspadainya."

    Ultimatum Van Gaal agar para pemainnya tak jumawa bukan sekadar seruan belaka. Sebab, ia sendiri telah menyiapkan strategi baru untuk malam nanti. Sementara sebelumnya menurunkan formasi 5-3-2 saat menekuk Spanyol, kini Van Gaal akan memakai taktik berbeda.

    Menurut laman berita www.standard.co.uk, Van Gaal ada kemungkinan akan menurunkan formasi tradisional Belanda, 4-3-3. Dengan skema ini, bisa dipastikan Belanda akan bermain lebih atraktif dan agresif.

    Meski begitu, toh, pasukan The Oranje tak membuat gentar Australia. Mat Ryan, penjaga gawang Australia, optimistis timnya bisa meladeni Belanda. "Kami hanya perlu memompa keberanian dan kepercayaan diri untuk melawan mereka," kata Ryan.

    Australia memang harus tampil berani dan habis-habisan. Sebab, jika kalah dalam laga ini, langkah mereka di Piala Dunia tidak akan lebih jauh dari fase grup.

    STANDART | DAILY MAIL | TELEGRAPH| DWI RIYANTO AGUSTIAR

    Australia (4-2-3-1)
    Ryan
    Davidson, Spiranovic, Wilkinson, McGowan
    Milligan, Jedinak
    Oar, Bersciano, Leckie
    Cahill

    Netherland (4-3-3)
    Cillessen
    Blind, Vlaar, Martins Indi, Janmaat
    De Jong, Sneijder, De Guzman
    Lens, Robben, Van Persie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.