Gerrard Punya Firasat Buruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William, berbicara dengan kapten Liverpool yang juga gelandang Inggris Steven Gerrard, setelah pertandingan persahabatan melawan Peru di Stadion Wembley, London (30/5). REUTERS/Michael Regan/The FA/Handout

    Pangeran William, berbicara dengan kapten Liverpool yang juga gelandang Inggris Steven Gerrard, setelah pertandingan persahabatan melawan Peru di Stadion Wembley, London (30/5). REUTERS/Michael Regan/The FA/Handout

    TEMPO.CO, Sao Paulo - Gelandang tim nasional Inggris, Steven Gerrard, curhat di hadapan pemain dan staf. Kapten The Three Lions ini ditunjuk untuk memberi semangat kepada kru timnas Inggris.  (Baca: Malam Pernghabisan Inggris dan Uruguay).

    "Saya punya perasaan buruk. Perasaan di mana saya tidak ingin menampakkan diri pada Jumat pagi," kata Gerrard di hadapan timnnya. Pada Kamis, 19 Juni 2014, pukul 15.00 waktu setempat atau Jumat dinihari, 20 Juni 2014, Inggris akan berhadapan dengan Uruguay dalam laga penghabisan.

    "Saya tidak ingin menakut-nakuti, tapi musim panas kali ini bisa menjadi mimpi buruk jika Inggris kalah oleh Uruguay," ujarnya. Untuk itu, dia meminta seluruh pemain dan tim untuk bangun.

    Pemain Liverpool ini ingin seluruh kru fokus sehingga bisa melangkah ke final. Perasaan buruk Gerrard beralasan. Sebab, tim ini terakhir kali merasakan nikmatnya mencapai final pada 1966.

    Setelah itu, mereka hanya mentok di perempat final. Bahkan, pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Inggris mesti angkat koper pada babak kedua atau perdelapan final setelah ditekuk Jerman. 

    BBC SPORT | SYAILENDRA

    TERPOPULER
    Vidal: Spanyol Tidak Menarik  
    Juan Mata Masih Percaya Tiki-taka
    Drogba Bakal Dicadangkan Lagi
    Fellaini Lebih Cemerlang di Tim Nasional  
    Drogba: Pantai Gading Selalu Tampil Serius


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.