Xabi Alonso: Spanyol Kehilangan Rasa Lapar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xabi Alonso menutupi wajahnya usai pertandingan Spanyol versus Chili. Spanyol dikalahkan Chili dengan skor 2-0. REUTERS/Ricardo Moraes

    Xabi Alonso menutupi wajahnya usai pertandingan Spanyol versus Chili. Spanyol dikalahkan Chili dengan skor 2-0. REUTERS/Ricardo Moraes

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro - Gelandang Xabi Alonso punya analisis terkait dengan kegagalan tim nasional Spanyol lolos dari fase grup Piala Dunia 2014. Menurut geladang asal klub Real Madrid itu, La Furia Roja--julukan timnas Spanyol--kini sudah kehilangan gairah bermain.

    "Secara fisik, kami mungkin sama seperti 2010 lalu. Namun, secara mental, kami belum siap," kata Alonso, Kamis, 19 Juni 2014.

    Spanyol tersingkir setelah kalah 0-2 dari Cile, dinihari tadi. Kekalahan itu menjadi yang kedua didapat tim asuhan Vicente del Bosque dalam dua laga awal Grup B. Pada laga pembukaan beberapa hari lalu, Xabi Alonso cs kalah telak 1-5 dari Belanda.

    "Kami kehilangan rasa lapar dan ambisi," kata Alonso lagi. "Atau, mungkin kami terlalu nyaman dengan status juara dunia yang dimiliki."

    ADVERTISEMENT

    Spanyol akan menghadapi Australia pada laga terakhir fase grup, Senin pekan depan. Namun pertandingan itu tak lagi berpengaruh terhadap perjalanan kedua negara pada turnamen ini. Seperti Spanyol, Australia juga telah tersingkir setelah kalah dalam dua pertandingan awal, masing-masing 1-3 dari Cile dan 2-3 dari Belanda.

    "Menyakitkan karena kami kehilangan harga diri. Namun beginilah sepak bola. Kami harus tahu bagaimana rasanya kekalahan," ujarnya.

    GOAL | ARIE FIRDAUS

    Berita lain
    Diego Lugano Absen Lawan Inggris
    Masih Cedera, Chamberlain Absen Lawan Uruguay

    Pendukung Brasil Paling Modis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.