Kelembapan dan Suhu Penyebab Cedera Pemain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Kolombia Eder Balanta berteriak kesakitan setelah terlanggar oleh pemain Yunani. Kolombia menang telak 3-0. AP/Frank Augstein

    Pemain Kolombia Eder Balanta berteriak kesakitan setelah terlanggar oleh pemain Yunani. Kolombia menang telak 3-0. AP/Frank Augstein

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Operating Officer Korey Stringer Institute dan Athletic Training University Connecticut Doug Casa menyatakan salah satu penyebab cederanya sejumlah pemain Piala Dunia 2014 adalah tingkat kelembapan dan suhu yang amat tinggi di Brasil. Hal ini akan menjadi ancaman bagi tim nasional Amerika Serikat dan Portugal yang berlaga di Arena Amazonia, Manaus, Ahad, 20 Juni 2014.

    "Sebagian besar tim tidak menyiapkan diri untuk penyesuaian suhu dalam cuaca ini," kata Casa, Kamis, 19 Juni 2014.

    Timnas Portugal sudah meminta bantuan Casa untuk menyiapkan pemainnya agar memiliki kemampuan mendinginkan badan, penyesuaian suhu, dan dehidrasi. Teknik Casa ini akan dibuktikan kala melawan Sam's Army. (Baca: Tim Eropa Mulai Rewel dengan Iklim di Brasil)

    Kedua tim akan berlaga di Manaus, yang menurut Casa memiliki iklim ekstrem karena berada di kawasan hutan hujan Amazon. Suhu di daerah ini dapat mencapai 30,5 derajat Celsius. Bahkan, dengan tingkat kelembapan mencapai 92 persen, suhu dapat dirasakan pemain hingga hampir 40 derajat Celsius.

    ADVERTISEMENT

    Pada pertandingan pembukaan, beberapa pemain tercatat terkena cedera hamstring seperti pemain AS Jozy Altidore dan Matt Besler serta pemain Portugal Alejandro Bedoya. Selain itu, beberapa pemain tercatat kena cedera otot, seperti pemain Brasil Givanildo Vieira de Souza alias Hulk, pemain Australia Ivan Franjic, pemain Kolombia Carlos Bacca, pemain Portugal Fabio Coentrao dan Hugo Almeida, serta pemain Spanyol David De Gea.

    "Saya yakin sebagian besar tim menekankan ilmu untuk mencegah cedera dan memaksimalkan kekuatan dengan latihan intens dalam cuaca panas ketika datang ke Brasil," kata Casa.

    Gubernur Manaus Arthur Virgilio Neto menyatakan kelembapan dan suhu memang amat berpengaruh pada fisik manusia. Atlet yang bermain di tengah kelembapan dan suhu yang tinggi lebih rentan terkena cedera karena kondisinya lebih cepat lelah dan lemah.

    "Saya akan lebih mempersiapkan diri untuk tingkat kelembapan dibandingkan penyesuaian diri pada panas," kata Arthur. (Baca: Cuiaba dengan tiga lingkungan alam)

    APP | FRANSISCO ROSARIANS

    Terpopuler:
    Spanyol Juara Bertahan Kelima yang Langsung Tersingkir
    Begini Gaya Pemimpin Dunia Nonton Piala Dunia
    Inggris Vs Uruguay, Hodgson: Menang atau Pulang
    Soal Karamel Oles dan Kekalahan Uruguay
    Pelatih Kamerun Kecewa Ulah Song dan Assou-Ekotto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.