Ada 'Suramadu' di Rio de Janeiro

Reporter

Editor

Nur Haryanto

Jembatan Suramadu yang membentang di atas Selat Madura (20/11). Pemerintah berharap jembatan tersebut membawa pengaruh bagi perkembangan ekonomi di Madura. TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta - Setiap kali bepergian ke Rio de Janeiro dari Niteroi atau sebaliknya, saya selalu sangat menikmatinya. Penyebabnya adalah kendaraan apa saja, mau tak mau, harus melewati jembatan—lebih umum dikenal dengan sebutan Rio-Niteroi, yang menghubungkan dua kota itu.

Dari dalam bus atau taksi, selain lautan luas, terlihat beragam kapal, termasuk kapal militer milik Angkatan Laut Brasil, yang hilir-mudik. Burung-burung yang beterbangan mengincar ikan di laut menjadi pemandangan yang mengasyikkan.

Jembatan ini memang seperti “Suramadu” yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan di Madura. Namun, dibandingkan dengan jembatan yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lima tahun lalu, jembatan ini banyak memiliki kelebihan.

Pertama, jembatan ini lebih dulu ada. Jembatan ini dibuka secara resmi pada 4 Maret 1974 setelah mulai dibangun pada 1968. Bahkan, konsep untuk menghubungkan dua kota ini sudah dimulai pada 1875. Gara-gara dipisahkan oleh Teluk Guanabara, perjalanan darat dua kota ini harus dilakukan dengan cara memutar, yang kalau dihitung-hitung bisa menghabiskan jarak hingga 100 kilometer.

Kedua, jembatan ini juga lebih panjang, yakni mencapai 13,2 kilometer. Jika dalam keadaan lancar-lancar saja, jarak sepanjang itu bisa dicapai taksi dalam waktu 8 menit. Bahkan, dengan kendaraan supercepat, dalam keadaan jalan lowong, bisa lebih lekas lagi.

Tak pelak jembatan ini menjadi jalur utama bagi penduduk Niteroi yang umumnya bekerja di Rio de Janeiro. Pun ketika akan menonton pertandingan Piala Dunia di Maracana. Setiap kendaraan yang melewati jembatan ini cukup membayar tiket sebesar 4,8 real atau sekitar Rp 25 ribu setiap kali masuk ke Niteroi. Sedangkan untuk menuju Rio, setiap kendaraan boleh melaju dengan senang hati alias gratis.

Namun, bukan berarti jembatan ini segalanya. Setiap waktu bisa saja kemacetan terjadi di sana. Pada jam-jam sibuk pagi dan sore atau bila terjadi kecelakaan lalu lintas di ruas jembatan itu rangkaian panjang kemacetan bisa terjadi. Waktu tempuh pun menjadi kadang tak tentu. Saya pernah menggigil kedinginan—AC di bus di sini memang kondisinya bagus—karena harus tertahan hampir setengah jam.

Namun, bila hal itu yang terjadi, bukan berarti harus berakhir dengan makian. Penduduk di sana punya transportasi alternatif, yakni feri. Cukup dengan membayar tiket sebesar 5 real atau sekitar Rp 25 ribu, mereka pun bisa tetap pergi ke kantor atau tempat tujuan lainnya. Waktu tempuh tentu lebih cepat karena tidak ada kemacetan di sana.

Jembatan dan feri inilah yang pernah juga mengantarkan jagoan-jagoan sepak bola Brasil yang berasal dari Niteroi. Mereka adalah Leonardo, yang pernah bermain di AC Milan yang kemudian menjadi Presiden Paris Saint-Germain, atau Alex, yang pernah bermain di Chelsea, PSG, kemudian menyusul ke AC Milan. Nama lainnya adalah Edmundo, pemain sepak bola yang terkenal dengan ulahnya yang temperamental. Julukannya adalah Animal.

Burung-burung yang melayang di udara, air laut yang tenang, dan kapal-kapal yang hilir-mudik ikut mewarnai perjalanan mereka menuju kehebatan sepak bola Brasil.

IRFAN BUDIMAN (RIO DE JANEIRO)






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.