Sabella: "Kritikan Messi, Masukan Buat Saya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lionel Messi (tengah), bersorak usai gol kedua timnya saat pertandingan sepak bola antara Argentina dan Bosnia di Stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 15 Juni 2014. (AP/Victor R. Caivano)

    Lionel Messi (tengah), bersorak usai gol kedua timnya saat pertandingan sepak bola antara Argentina dan Bosnia di Stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 15 Juni 2014. (AP/Victor R. Caivano)

    TEMPO.COJakarta - Pelatih tim nasional ArgentinaAlejandro Sabella, bisa menerima kritik dari striker andalannya, Lionel Messi. “Tidak ada masalah buat saya. Itu suatu masukan,” katanya. Bintang klub Barcelona itu menyatakan ketidaksukaannya dengan strategi Sabella yang menempatkan dia bermain di lini belakang pada pertandingan pembukaan Piala Dunia 2014 saat melawan Bosnia & Herzegovina.

    Strategi ini, menurut Messi, membuat permainan Argentina menjadi kurang baik di babak pertama. Bosnia mampu memberikan perlawanan dan begitu merepotkan tim Tango. Pada babak kedua, Sabella mengubah strategi dan kembali ke formatur 4-3-3. Akibatnya, permainan Argentina semakin hidup.

    Pada laga perdana Grup F ini, Argentina menang tipis dari Bosnia dengan skor 2-1. Pada pertandingan kedua Grup F, Argentina akan melawan Iran.  Sebelumnya Iran bermain imbang melawan Nigeria dengan skor 0-0.

    Sabella menyatakan tidak ingin bersikap otoriter terhadap anak asuhnya.  Kalau masukan dari pemain, contohnya Messi, disampaikan dengan baik, ia bisa menerimanya. “Saya membuka dialog terbuka dengan pemain.  Terkadang kita butuh masukan dari pemain dan begitu pula sebaliknya,” katanya. Sabella mengatakan dia akan menerapkan formatur 4-3-3 saat melawan Iran nanti.

    ADVERTISEMENT

    FIFA.com|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.