Bryan Ruiz, Penggedor Pertahanan Italia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Kosta Rika, Bryan Ruiz, merayakan golnya ke gawang Italia pada laga piala dunia di Brazil, 21 Juni 2014. Italia tumbang 1-0 di tangan Kosta Rika. REUTERS/Ruben Sprich

    Pemain Kosta Rika, Bryan Ruiz, merayakan golnya ke gawang Italia pada laga piala dunia di Brazil, 21 Juni 2014. Italia tumbang 1-0 di tangan Kosta Rika. REUTERS/Ruben Sprich

    TEMPO.CO, Jakarta -  Seperti musang berbulu domba. Lakon itu kira-kira yang dimainkan penyerang tim nasional Kosta Rika, Bryan Ruiz, dalam pertandingan lanjutan Grup D Piala Dunia 2014 melawan Italia di Arena Pernambuco, Recife, dinihari kemarin. (Baca: Kosta Rika Taklukkan Italia)

    Penampilan fisik Ruiz, yang mencetak satu-satunya gol kemenangan Kosta Rika pada menit ke-44, memang tak sangar. Badannya tak berotot besar—cenderung ringkih karena tingginya menjulang 188 sentimeter. (Baca: Tim yang Lolos, Tersingkir, dan Berpeluang)

    Dari penampilan fisik itu, tak akan ada yang menyangka bahwa dia adalah pemain sepak bola yang menyimpan bakat menawan. Namun, ketika bola berada di kakinya, pontang-pantinglah pertahanan Italia yang dikomandoi Andrea Barzagli. Larinya kencang. Visinya pun cemerlang.

    Ketika bola dilambungkan ke kotak penalti Italia menjelang akhir babak pertama, pemain PSV Eindhoven ini berkelit mengelabui pemain belakang Italia yang menempelnya, menanduk bola, dan gol! 1-0 untuk Kosta Rika. Aksi itulah yang lantas dipuji pelatih Kosta Rika, Jorge Luis Pinto. "Saya sangat suka dengan caranya (Ruiz) mencetak gol," kata Pinto seusai pertandingan. "Ia mencetak gol pada momen yang tepat."

    Ruiz memang cerdik. Tak mengherankan, pemain 28 tahun itu dijuluki La Comadreja atawa si Musang. Seolah-olah tak berbahaya, ternyata membunuh. Dalam kesempatan terpisah, Ruiz mengelak dari puja-puji yang menghampirinya. Secara bijaksana, pemain sepak bola yang musim lalu dipinjamkan ke klub PSV Eindhoven itu justru menilai bahwa kemenangan atas Italia berkat kerja keras semua anggota tim Kosta Rika. (Baca: Beginilah Penentuan Klasemen Grup Piala Dunia)

    Bagi Kosta Rika, kemenangan atas jawara dunia empat kali itu membuat mereka memastikan diri lolos ke babak 16 besar. Suatu hal yang sama sekali tentu tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. "Saya tahu ini akan sangat berarti bagi warga Kosta Rika," ujar Ruiz, mengomentari kelolosan timnya.

    Setelah Kosta Rika lolos, satu tiket tersisa akan diperebutkan Italia dan Uruguay. Kedua tim akan berhadapan pada Selasa malam nanti. Adapun Inggris, yang menjadi lawan Kosta Rika dalam pertandingan terakhir, telah dipastikan tersingkir.

    Bukan hanya Kosta Rika yang menyajikan kejutan. Di Grup E, Swiss, yang dipatok sebagai unggulan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), terpaksa menanggung malu setelah kalah 2-5 oleh Prancis.

    Kemenangan itu membuat Prancis sementara memuncaki klasemen dengan enam poin dari dua pertandingan. Dalam pertandingan lain, Ekuador menekuk Honduras dengan skor 2-1. Hasil itu membuat wakil dari Grup E akan ditentukan dalam pertandingan terakhir, ketika Prancis akan menantang Ekuador serta Swiss menghadapi Honduras.

    Adapun Ekuador dan Swiss sama-sama meraih kemenangan. Tiga tim di Grup E akan mengoleksi jumlah poin sama sehingga urutan klasemen akan ditentukan oleh selisih gol setiap tim.

    FIFA | REUTERS | AP | ARIE FIRDAUS

    Nama: Bryan Jafet Ruiz González
    Lahir: 18 Agustus 1985 di San Jose, Kosta Rika
    Tinggi: 188 sentimeter
    Posisi: Penyerang kedua/gelandang serang
    Klub sekarang: Fulham
    Tim Nasional 2005: Kosta Rika 65 (14)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.