Biaya Hotel Mahal, Penggemar Tidur di Pantai Rio  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pendukung kesebelasan Argentina menonton bareng di pantai Copacabana, Brazil 22 Juni 2014. Joe Raedle/Getty Images

    Ribuan pendukung kesebelasan Argentina menonton bareng di pantai Copacabana, Brazil 22 Juni 2014. Joe Raedle/Getty Images

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro - Penggemar sepak bola pasti rela melakukan apa saja demi bisa menonton pertandingan Piala Dunia 2014 di kota-kota di Brasil. Namun biaya hotel yang mahal menjadi kendala bagi sejumlah pelancong yang ingin tinggal. Tak menyerah begitu saja, para wisatawan ini akhirnya memutuskan membangun tenda di sepanjang Pantai Copacabana dan Terminal Rodoviaria Novo di Rio de Janeiro sebagai tempat tinggal sementara.

    Menurut laporan The Guardian, harga sewa kamar hotel di sejumlah kota di Brasil naik hingga 600 persen selama pertandingan di 12 kota berlangsung. Bahkan, untuk menginap satu malam saja, pengunjung bisa harus mengeluarkan uang US$ 461 atau sekitar Rp 5,5 juta. (Baca: Aturan Seks Sebelum Laga di Piala Dunia)

    "Saat ini kami tinggal di Pantai Copacabana karena tidak bisa menemukan tempat tinggal. Rasanya cukup menakutkan karena banyak polisi di sini. Tapi, jika tinggal di hotel, kami tidak akan punya uang untuk beli makan," kata fan Argentina, Waltel Diaz, seperti dilaporkan Mashable, Senin, 23 Juni 2014.

    Kebanyakan fan dari berbagai negara tidur di dalam tenda atau kantong tidur di antara pagar atau pohon palem di sepanjang pantau. Bahkan beberapa tidur tanpa menggunakan alas sama sekali. (Baca: Motel Esek-esek di Brasil Sudah Penuh)

    ADVERTISEMENT

    Selain tidur di Pantai Copacabana, para penggemar juga tinggal di FIFA Fan Fest, sebuah daerah pantai yang disisihkan oleh panitia sebagai tempat berkumpul dan nonton bareng.

    Menurut laporan, sekitar 600 ribu wisatawan asing telah melakukan perjalanan ke Brasil untuk menonton Piala Dunia. Angka tersebut belum termasuk tiga juta wisatawan lokal yang juga keluar rumah untuk menonton turnamen sepak bola terbesar itu.

    RINDU P. HESTYA | MASHABLE

    Berita Lain:
    Ratusan Ribu Warga Hong Kong Ajukan Referendum 
    Kenya Imbau Warganya Tak Gelar Nobar Piala Dunia 
    Pengantin Anak di Iran Terancam Hukuman Mati  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?