Laporan Piala Dunia: Samba

Reporter

Editor

Nur Haryanto

Salah saeorang siswa sekolah tari Samba Tom Maior saat mengikuti Karnaval Brasil, yang akan berlangsung selama empat hari di Sao Paulo, Brasil (5/3). AP/Andre Penner

TEMPO.CO, Jakarta - Di sebuah pesta kecil, akhirnya saya mendapat kesempatan melihat tarian samba yang sebenar-benarnya. Seorang pria berkulit hitam dan berkepala plontos bin licin asyik sendiri mengikuti irama samba yang dimainkan kelompok musik yang kebanyakan personelnya juga berkulit darko alias gelap.

Sebenarnya saya sudah sering melihat tarian ini, entah di YouTube, televisi, video, entah, ehem, melihat ibu-ibu muda yang katanya menari tarian asal Brasil itu untuk memelihara kebugaran tubuh. Tapi, dibandingkan dengan pengalaman saya kali ini, semuanya seolah-olah tidak ada apa-apanya.

Ibarat kursus bahasa Inggris, apa yang saya lihat siang itu seperti mendengarkan pengajar berbicara dalam bahasa ibunya sendiri alias native speaker. Benar-benar dari tangan pertama.

Si hitam yang bernama Jo menari dengan riang. Kadang dengan senyum yang mengembang, tapi sesekali matanya tertutup. Tapi bukan itu yang menarik. Gerak lincah kedua kakinya saat mengikuti musik yang sedang dimainkan sungguh memikat hati.

Gerakannya sama sekali tidak bisa disebut ruwet, sederhana saja. Kalau tidak kakinya yang menyilang, ya, paling bergeser ke kiri dan ke kanan. Tapi semuanya dilakukan dengan irama yang menyenangkan.

Saat musik memakai tempo lambat, Jo pun tidak terlalu sering menggerakkan kakinya. Sebaliknya, saat gitar dikocok dan perkusi bertalu-talu, kaki-kaki hitamnya bergerak cepat tapi tidak ribet. Gerakannya pun tidak pernah sama dari waktu ke waktu selama musik itu mengalun.

”Gerakkan kakimu dengan hatimu,” katanya ketika saya mencoba mengikuti gerakannya. Ah, susah. Saya pun berhenti dan hanya bisa menyaksikan Jo kembali menari.

Jo mungkin bukan penari samba yang hebat. Dia juga bukan guru menari yang baik, karena membuat saya tiba-tiba menyerah. Tapi Jo sedikit memberi gambaran tentang samba dan sepak bola Brasil yang termasyhur.

Menari samba, menurut Jo, adalah menggerakkan kaki sesuai dengan irama hati. Itulah mungkin yang dilakukan para pemain sepak bola di negeri tersebut.

Ronaldinho Gaucho, pemain Brasil yang pernah bermain di Barcelona dan AC Milan, terkenal dengan keindahan gerakannya dalam menggiring bola. Bahkan kaki lawan dijadikan teman untuk memantulkan bola, yang kemudian kembali ke kakinya. Gerak kakinya tak beda dengan kaki Jo, yang terus menari siang itu. Tidak pernah terduga, tidak pernah pula sama, tapi tetap berirama.

Karena Jo sepertinya ogah mengajari, saya pun berbisik kepada teman Brasil saya. ”Kursus samba yang di sana kapan ada kelas singkat?” Seharian belajar, sepertinya saya bisa mendekati kehebatan Jo.

Namun jawaban teman itu tidak menyenangkan. ”Selama Piala Dunia, mereka libur,” ujarnya. Hati saya telanjur kecewa. Saya pun tak bisa menggerakkan kaki seperti yang diperintahkan Jo.

IRFAN BUDIMAN (RIO DE JANEIRO)

Baca juga:
Ghana Dicurigai Terlibat Skandal Pengaturan Skor
Tuah Rambut Kriwil David Luiz
Villa Tutup Karier di Timnas Spanyol dengan Gol
Ronaldo Akui Portugal Tim yang Biasa-biasa Saja
Belanda Bertengger di Posisi Puncak Grup B






Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

20 Mei 2021

Mantan Gelandang Real Madrid dan Juventus Sami Khedira Pensiun

Sami Khedira mengundurkan diri sebagai pesepakbola profesional. Cedera membuat dia harus menyerah di usia 34 tahun.


Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

17 Juli 2018

Piala Dunia 2022 Digelar di Qatar: 6 Hal yang Penting Diketahui

Piala Dunia 2018 sudah berakhir dan yang selanjutnya akan digelar di Qatar pada 2022.


Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

7 Juli 2018

Laporan Tempo dari Rusia: Angkutan Kota Andalan Meliput

Selama meliput perhelatan Piala Dunia 2018, angkutan publik bisa jadi andalan.


Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

17 Juni 2018

Piala Dunia 2018: Denmark Kalahkan Peru, Kasper Schmeichel Dipuji

Kasper Schmeichel mendapat pujian dari Denmark mengalahkan Peru dalam Piala Dunia 2018.


3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

11 April 2017

3 Negara Ini Ajukan Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengajukan penawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.


Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

15 Desember 2016

Real Madrid Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

Real Madrid berhasil menundukan Club America pada semifinal Piala Dunia Antar Klub dengan skor 2-0. Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo jadi pahlawan.


River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

16 Desember 2015

River Plate Melaju ke Final Piala Dunia Antar Klub

River Plate akan menantang pemenang laga antara Barcelona vs Guangzhou Evergrande di babak final. Laga itu akan berlangsung besok.


Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

14 Oktober 2015

Kolombia: Tanpa Suarez, Uruguay Tetap Berbahaya

Penyerang andalan Uruguay Luis Suarez masih menjalani larangan
pertandingan karena menggigit Giorgia Chiellini pada Piala
Dunia 2014.


Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

8 Oktober 2015

Messi Pinjamkan Nomor Punggungnya untuk Aguero

Aguero senang dengan tawaran Messi agar ia mengenakan kaus dengan nomor 10.


Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

24 Juli 2015

Pembukaan dan Final Piala Dunia 2018 di Moskow  

Pertandingan babak semifinal berlangsung di Kota St Petersburg dan Moskow.