Kolom: Mengukur Kekuatan Argentina dan Nigeria  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lionel Messi (tengah) dihambat gerak lajunya oleh dua orang pemain Iran, saat laga piala dunia di Brazil 22 juni 2014. Argentina menang 1-0 atas Iran. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Lionel Messi (tengah) dihambat gerak lajunya oleh dua orang pemain Iran, saat laga piala dunia di Brazil 22 juni 2014. Argentina menang 1-0 atas Iran. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO.COJakarta - Saya akan mencoba meraba-raba pertandingan antara Nigeria dan Argentina yang akan berlangsung malam ini. Peluang Nigeria sebagai “kuda hitam” dalam Piala Dunia 2014 sangat terbuka lebar. Meskipun Iran berhasil menahan imbang mereka 0-0 dalam pertandingan pertama Grup F, dominasi Nigeria terlihat jelas dari penguasaan bola dan jumlah tendangan ke gawang.

    Tim dengan julukan Elang Super ini disebut-sebut sebagai representasi kekuatan Benua Hitam karena Nigeria menjuarai Piala Afrika 2013. Pelatih Stephen Keshi memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda, bahkan paling muda dalam Piala Dunia ini. Sebanyak 15 dari 23 pemain mereka berusia 25 tahun atau lebih muda.

    Keshi meramu pasukan muda itu dalam formasi 4-2-3-1 yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi 4-2-4 yang ultra-ofensif. John Obi Mikel, Victor Moses, dan Peter Odemwingie adalah jagoan di tengah lapangan yang kenyang pengalaman di Liga Inggris. Ada juga pilar tangguh di ujung pertahanan, yaitu penjaga gawang Vincent Enyeama, yang pada putaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan pernah mementahkan tendangan akurat Lionel Messi.

    Terlepas dari peluang yang dimiliki Nigeria, keyakinan terhadap Argentina sebagai tim andalan dalam Piala Dunia 2014 tidak berkurang sedikit pun. Argentina, yang hampir tidak pernah absen di turnamen empat tahunan itu, memiliki daftar nama pemain papan atas dunia.

    Meski demikian, mereka belum dalam puncak permainannya. Dalam pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina kemarin, terlihat dari penguasaan bola yang hampir fifty-fifty, akurasi tendangan ke arah gawang yang lebih didominasi oleh serangan Bosnia, dan satu gol mereka yang merupakan hasil bunuh diri bek Bosnia, Sead Kolasinac. Pelatih Alesandro Sabella juga perlu memikirkan ulang strategi di sisi pertahanan Argentina yang dinilai merupakan kelemahan tim.

    Keinginan kapten tim Lionel Messi—pencetak gol kemenangan di gawang Bosnia dan Iran—yang ingin membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia harusnya menjadi penyemangat bagi keseluruhan tim. Serangan “Fantastic Four” Argentina masih bisa dimaksimalkan oleh Sabella saat pertandingan melawan Nigeria. Trio penyerang Messi, Gonzalo Higuain, Sergio Aguero plus pemain sayap Angel Di Maria masih menjadi ancaman yang menakutkan bagi tim-tim lawan.

    Dengan formasi 4-3-3 yang dipakai Sabella, ditambah dengan perbaikan strategi di sisi pertahanan, keyakinan Argentina sebagai pemenang dalam pertandingan melawan Nigeria, bahkan menjuarai Piala Dunia 2014, adalah sesuatu hal yang tidak mustahil.

    PRAMONO ANUNG, legislator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.