Difabel Bohongan Kembali Beraksi di Piala Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan tanda tangan dukungan tertulis di atas spanduk saat aksi simpatik peringatan Hari Disabilitas Internasional di Surabaya, (3/12). Aksi ini sebagai bentuk penolakan diskriminasi terhadap warga penyandang cacat. TEMPO/Fully Syafi

    Ratusan tanda tangan dukungan tertulis di atas spanduk saat aksi simpatik peringatan Hari Disabilitas Internasional di Surabaya, (3/12). Aksi ini sebagai bentuk penolakan diskriminasi terhadap warga penyandang cacat. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Brasil - Tiket gratis yang dikeluarkan Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk penyandang cacat di Piala Dunia 2014 di Brasil terus disalahgunakan. Sejumlah penonton kembali kepergok menggunakan fasilitas tersebut dengan berpura-pura cacat.

    Salah satu penonton yang "mendadak" cacat itu terekam kamera Mariana Cesario. Difabel lancung itu menonton laga Ekuador versus Prancis di Stadion Maracana, Rabu lalu. Mengenakan kaos hitam dan celana cokelat muda, dia tampak meninggalkan kursi roda layaknya orang normal. Beberapa saat kemudian pria yang berusia sekitar 40 tahun itu kembali duduk di kursi roda tersebut.

    "Kami menunjukkan kepada relawan dan pihak keamanan," kata Cesario. Namun dia kecewa lantaran mereka tidak menggubris aduannya itu. Ia pun mengunggah video itu di YouTube sebagai bentuk protes.

    Sebelum Piala Dunia digelar, FIFA memberi kompensasi lebih dari 200 ribu tiket kepada para suporter yang cacat, pensiunan, mahasiswa, dan penderita obesitas. Namun tiket itu diduga mengalir ke para calo yang memperjualbelikannya kepada kalangan nondifabel.

    ADVERTISEMENT

    Kejadian ini bukan baru sekali ini ketahuan. Saat Amerika Serikat bertanding dengan Portugal di Arena da Amazônia, Kota Manaus, Ahad lalu, puluhan penonton yang duduk dengan kursi roda terlihat berdiri dan melompat sepanjang pertandingan.

    Direktur Pemasaran FIFA Thierry Weil menyatakan kepolisian di Brasil telah menangkap dua calo yang berpura-pura cacat saat mengambil tiket. Ia berjanji akan terus memantau keberadaan mereka dalam pertandingan di babak perdelapan final.

    "Bagi saya, melihat calo tiket yang berpura-pura cacat datang ke kantor resmi FIFA itu mencengangkan. Mereka duduk di antara (staf) FIFA dan menjual kembali tiket itu tanpa masalah," ucapnya.

    ASIAN ONE | MIRROR | TRI SUHARMAN

    baca :

    Bela Timnas Amerika, Hulk Hogan Cela Jerman  
    Pesawat Ghana Penuh Uang Segera Mendarat di Brasil
    Rusia Vs Aljazair Jadi Pertaruhan Capello
    Jelang Lawan Meksiko, Tim Belanda Main ke Pantai  
    Gigit Chiellini, Suarez Dilarang Main Bola 4 Bulan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.