Pelatih Uruguay Mundur dari FIFA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Uruguay Oscar Tabarez memeluk Luis Suarez usai pertandingan antara Italia dan Uruguay di Estadio das Dunas di Natal, Brasil, 24 Juni 2014. (Julian Finney/Getty Images)

    Pelatih Uruguay Oscar Tabarez memeluk Luis Suarez usai pertandingan antara Italia dan Uruguay di Estadio das Dunas di Natal, Brasil, 24 Juni 2014. (Julian Finney/Getty Images)

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro - Insiden gigitan Luis Suarez ke bahu Giorgio Chiellini berbuntut panjang. Pelatih Uruguay Oscar Tabarez tak terima dengan sanksi yang dijatuhkan FIFA untuk anak asuhnya. Sebagai bentuk protes, Tabarez memutuskan mundur dari posisinya di FIFA sebagai anggota Komite Studi Teknik dan Strategi.

    "Hukuman itu menyadarkan saya bahwa FIFA dan saya memiliki prinsip dan sikap yang sangat berbeda," ujar Tabarez, dalam konferensi pers di Maracana, Sabtu, 28 Juni 2014, seperti dikutip kantor berita BBC. "Tidak bijak terus berada di organisasi bersama orang-orang yang memaksakan keputusan ini."

    Menurut dia, hukuman FIFA tak adil karena banyak dipengaruhi berita-berita bernada negatif di media massa. "Kami tahu dia (Suarez) bersalah, tapi hukuman ini berlebihan dan akan merugikan," katanya. (Baca: Dihukum 9 Pertandingan, Suarez Langsung Pulang)

    Dalam konferensi pers itu, Tabarez tidak memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk bertanya. Dia menutup pertemuan hari itu dengan mendukung Suarez. "Untuk Suarez yang kami kenal dekat, Anda tak akan sendirian," katanya. Dia juga meyakinkan fan Uruguay bahwa insiden ini memacu tim untuk tampil lebih baik. "Kami memang kecewa atas keputusan ini, tapi ini membakar semangat kami di turnamen ini." (Baca: Suarez Disambut Hangat di Uruguay)

    Kemampuan tim Uruguay tanpa Suarez akan diuji dalam laga melawan Kolombia di babak 16 besar. Bukan tugas yang mudah melihat statusnya sebagai juara Grup C. Kolombia mendulang poin penuh di babak grup dengan mengalahkan Yunani, Pantai Gading, dan Jepang, masing-masing dengan skor 3-0, 2-1, dan 4-1.

    Sebelumnya, dukungan untuk Suarez juga disampaikan Giorgio Chiellini yang menjadi korban gigitan. "Ini akan menjadi masa yang berat untuk Luis dan keluarganya. Hukuman ini sangat berat," ujar dia seperti dikutip situs berita Goal(Baca: Chiellini Anggap HukumanBuat Suarez Terlalu Berat)

    Chiellini bahkan menganggap hukuman itu berlebihan. "Saya harap, setidaknya dia tetap dperbolehkan berada di sekitar rekan setimnya agar tak merasa tersingkir," kata bek Italia itu.

    BBC | THE GUARDIAN | GOAL | ANGGRITA DESYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.