Cile Bertekad Mengukir Sejarah Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Chile Alexis Sanchez, lakukan tendangan bebas saat pertandingan sepak bola antara Spanyol dan Chile di Stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 18 Juni 2014. Pertandingan tersebut dimenangi oleh Chile dengan dua gol dan membuat Spanyol gugur di fase grup piala dunia 2014. (AP/Frank Augstein)

    Penyerang Chile Alexis Sanchez, lakukan tendangan bebas saat pertandingan sepak bola antara Spanyol dan Chile di Stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 18 Juni 2014. Pertandingan tersebut dimenangi oleh Chile dengan dua gol dan membuat Spanyol gugur di fase grup piala dunia 2014. (AP/Frank Augstein)

    TEMPO.CO, Belo Horizonte - Cile bertekad mengukir sejarah baru dengan mengalahkan tim tua rumah yang difavoritkan menjadi Juara, Brasil, pada babak 16 besar atau perdelapan final Piala Dunia 2014. Petandingan Cile melawan Brasil berlangsung di Stadion Mineirao, Kota Belo Horizonte, Brasil, Sabtu, 28 Juni 2014, mulai pukul 13.00, atau pukul 23.00 WIB.

    Cile telah tiga kali dikalahkan Brasil di kancah Piala Dunia. Namun pelatih Cile asal Argentina Jorge Sampaoli Moya menegaskan akan menutup sejarah itu dan membuat sejarah baru. Brasil mengalahkan Cile pada Piala Dunia 1962, 1998, dan 2010.

    Tekad Cile itu bukan asal gertak, menurut Sampaoli, Cile telah membuktikan ketajamannya pada babak kualifikasi dan pada babak penyisihan Grup B. Chile membabat juara bertahan Spanyol 2-0, Menggasak Ausralia 3-1, dan kalah 0-2 dari Belanda pada pertandingan yang sudah tidak menentukan.

    "Tak dapat dipungkiri Brasil telah memenangi Piala Dunia lima kali. Dari sisi statistik Brasil juga merupakan tim terbaik di dunia, kata Sampaoli. "Namun kini kami punya peluang mengubah sejarah. Kami akan tampil berani bukan hanya melawan tim Brasil, tetapi juga melawan seluruh penonton di stadion, dan seluruh negara yang mendukung tim Brasil."

    ADVERTISEMENT

    Sampaoli mengingatkan Cile telah banyak berubah dan mengalami banyak kemajuan. Ia menegaskan Cile bertanding hanya untuk menang. "Kami tidak ingin menjadi tim yang dilupakan," kata Sampaoli lagi.

    TEMPO.COJakarta - Sepanjang 48 dari 64 pertandingan di Piala Dunia 2014, ada sejumlah kutipan yang membekas dari laga tiap grup, seperti dilansir fifa.com, Sabtu, 28 Juni 2014.

    Grup A

    "Saya rasa Neymar bahkan belum memulai permainannya di Piala Dunia," kata gelandang Brasil, Willan, setelah timnas negaranya mengalahkan Kamerun dengan skor 4-1.

    "Kami terlalu hebat untuk pulang ke rumah secepat ini," ucap gelandang Kroasia, Sammir, setelah pertandingan melawan Meksiko yang mengeliminasi timnas negaranya itu.

    Grup B

    "Permainan yang gila. Kami bisa mencetak lima gol. Benar, kami memang membuat lima gol, tapi sebenarnya bisa enam, tujuh, bahkan delapan gol," kata Robin van Persie setelah Belanda menundukkan Spanyol dengan angka 5-1.

    "Ini kekalahan yang menyakitkan. Kesuksesan dan kebahagiaan yang ada sebelumnya sudah sirna. Kami kehilangan kekuatan," ujar gelandang Spanyol, Xabi Alonso.

    Grup C

    "Pikiran saya jernih. Saya tetap fokus. Sudah ribuan kali saya melakukannya selama latihan dan beberapa kali di pertandingan. Jika kamu memikirkannya, tidak ada bedanya satu atau ribuan orang menyaksikanmu di stadion," ucap Georgios Samaras mengenai penalti timnas Yunani melawan Pantai Gading. 

    "Suatu kebanggaan untuk saya bisa di sini. Ini menjadi rekor. Saya mewujudkan sepak bola Kolombia dan menorehkan sejarahnya," kata kiper Kolombia, Faryd Mondragon, yang menjadi pemain tertua di Piala Dunia pada usianya ke 43 tahun.

    Grup D

    "Kalau kami menang melawan Kosta Rika, saya ingin dicium di pipi oleh Ratu Inggris," kata striker Italia, Mario Balotelli.

    "Saya ingin melakukan segalanya untuk memenangkan permainan ini. Saya serius, melakukannya atau mati. Ini Piala Dunia," ucap pemain depan Inggris, Daniel Strurridge, sebelum pertandingan melawan Uruguay.

    Grup E

    "Saya mencintai diri saya sepanjang waktu. Sedikit arogan, tapi dalam kondisi sulit maupun senang sekali pun, saya tidak suka mengkritik diri sendiri," kata bek timnas Prancis, Patrice Evra.

    "Ini yang saya impikan sejak masih kecil, saat menjual susu untuk bisa membeli sepasang sepatu sepak bola. Beruntungnya saya, sekarang ini jadi nyata," kata pemain depan Ekuador, Enner Valencia.

    Grup F

    "Puji Tuhan, Sang Kurcaci melakukannya di saat tepat. Itu pertandingan sulit, tapi kami yakin bisa melakukannya," ucap kiper Argentina, Sergio Romero, atas gol yang diciptakan Lionel Messi ke gawang Iran dengan skor akhir 1-0.

    "Faktanya, Messi bisa mengubah pertandingan seperti itu. Ia tetap berusaha dan akhirnya berhasil," kata pelatih Iran, Carlos Queiroz, atas kekalahan 1-0 timnya dari Argentina.

    Grup G

    "Buat saya, ini permainan termudah. Apa pun yang terjadi, saya hanya bisa menang. Harapan saya satu-satunya, tidak ada yang terluka," kata ayah Boateng bersaudara, Prince Boateng, sebelum pertandingan Jerman melawan Ghana.

    "Saya ingin pulih 110 persen, tapi saya 100 persen pulih dan seharusnya kondisi ini cukup membantu timnas," kata pemain unggulan Portugal, Cristiano Ronaldo. 

    Grup H

    "Kalau Belgia memenangkan Piala Dunia, saya akan potong rambut," kata gelandang Belgia, Marouane Fellaini.

    "Sepanjang karier saya, tidak pernah saya lihat Piala Dunia seperti ini. Kualitasnya sangat luar biasa. Tidak diragukan, ini Piala Dunia terbaik," ujar pelatih Rusia, Fabio Capello.

    MARIA YUNIAR | FIFA.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.