Hamann: Kosta Rika Bisa Masuk Semifinal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Kosta Rika bersorak sambil memegang bendera nasionalnya saat pertandingan melawan Italia di babak penyisihan Piala Dunia 2014. Getty Images

    Pendukung Kosta Rika bersorak sambil memegang bendera nasionalnya saat pertandingan melawan Italia di babak penyisihan Piala Dunia 2014. Getty Images

    TEMPO.CO, Brasilia - Mantan gelandang tim nasional Jerman Dietmar Hamann memiliki pandangan menarik soal Kosta Rika. Menurut dia, wakil Amerika Tengah itu berpeluang menorehkan sejarah dengan tampil di semifinal.

    "Mereka ditempatkan di pengundian yang menguntungkan," ujar Hamann yang tampil sebagai kolumnis di Goal.com, Ahad, 29 Juni 2014. Bryan Ruiz cs akan memulai langkah mereka di sistem gugur dengan menghadapi Yunani, dini hari nanti. Yunani melaju dari Grup C setelah kalah 0-3 dari Kolombia, menahan imbang Jepang, 0-0, dan mengalahkan Pantai Gading, 2-1.

    Jika menang, Kosta Rika akan menghadapi pemenang partai antara Belanda dan Meksiko. Seandainya, Meksiko mengalahkan Belanda, Hamann menjagokan Kosta Rika. "Kita tidak bisa meremehkan tim yang mengalahkan Italia dan Uruguay," ujarnya. Italia merupakan juara dunia 2006, sekaligus semifinalis Piala Eropa 2012, sementara Uruguay datang ke Brasil dengan predikat kampiun Amerika Latin.

    Hamann, 40 tahun, memprediksi langkah Kosta Rika mentok di semifinal, setelah dikalahkan Argentina. "Saya menjagokan Argentina sebagai juara dunia," ujarnya. "Namun, peluang Argentina menipis setelah Sergio Aguero cedera." Aguero, 26 tahun, merupakan penyerang andalan Tim Tango dengan 21 gol dalam 51 pertandingan. Di pertandingan terakhir Grup F, melawan Nigeria, Rabu lalu, dia ditarik keluar akibat cedera otot dan terancam absen sampai akhir turnamen.

    ADVERTISEMENT

    Hamann, anggota skuad Jerman di Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang, menilai wakil-wakil Eropa tetap bisa berbicara banyak di tengah terik matahari dan kelembaban Brasil. "Cuaca jangan dijadikan alasan," katanya. "Di Piala Dunia 2002, kelembaban juga jadi masalah, tapi Jerman bisa mencapai final."

    GOAL | REZA MAULANA

    Berita Terpopuler:
    Ibunda Menteri Armida tutup Usia
    Bisakah Penderita Diabetes Berpuasa Ramadan
    Wanita Australia Tewas Kesetrum Laptop
    Meski Cuaca Tak Menentu, Marquez Juara di Assen



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.