Ambisi Mueller Memburu Sepatu Emas Piala Dunia 2014  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thomas Mueller terjatuh setelah ditakel oleh Omar Gonzalez saat laga penyisihan grup piala dunia, Brazil 27 Juni 2014. REUTERS/Ruben Sprich

    Thomas Mueller terjatuh setelah ditakel oleh Omar Gonzalez saat laga penyisihan grup piala dunia, Brazil 27 Juni 2014. REUTERS/Ruben Sprich

    TEMPO.CO, Jakarta - Thomas Mueller datang ke Brasil dengan membawa ambisi besar: menjadi pemain pertama yang mencetak gol terbanyak dalam dua Piala Dunia berturut-turut. "Saya akan memberikan segalanya untuk mewujudkan itu karena belum seorang pemain pun melakukannya," kata pemain depan tim nasional Jerman ini, awal Juni lalu.

    Ia menjadi pencetak gol terbanyak dalam Piala Dunia 2010 dengan koleksi lima gol. Jumlah gol yang sama sebenarnya juga dicetak David Villa (Spanyol), Wesley Sneijder (Belanda) dan Diego Forlan (Uruguay).

    Namun, Mueller menciptakan assist lebih banyak dibanding ketiga pemain tersebut. Ini membuatnya lebih berhak meraih Sepatu Emas.

    Mueller berpeluang mengulang kisah manis itu dalam Piala Dunia kali ini. Sampai saat ini, ia telah mencetak empat gol dalam tiga laga. Jumlah golnya sama dengan torehan Lionel Messi (Argentina) dan Neymar (Brasil). Ia hanya perlu satu gol lagi untuk menyalip top scorer sementara saat ini, yakni James Rodriguez (Kolombia) dengan lima gol.

    "Saya selalu memikirkan cara untuk mempertahankan gelar pencetak gol terbanyak. Saya tahu itu akan sangat sulit, tapi saya akan terus mencobanya," tutur Mueller. Pemain Bayern Muenchen ini berpeluang menambah pundi-pundi golnya saat Jerman bertemu dengan Aljazair di Estadio Beira-Rio, dinihari nanti.

    Dalam laga ini, Mueller akan beradu ketajaman dengan pemain depan Aljazair, Islam Slimani. Meski namanya kalah beken, Slimani punya catatan bagus selama Piala Dunia kali ini: mencetak dua gol dalam tiga pertandingan. Tak hanya itu, pemain bertinggi badan 186 sentimeter ini juga telah menyumbangkan satu assist.

    Slimani pula yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Aljazair menorehkan sejarah lolos ke babak 16 besar. "Bisa lolos dari fase grup rasanya seperti mimpi. Saya tidak ingin tim ini bangun terlalu cepat," kata pemain Sporting Lisbon itu.

    Bagi dia, tentu saja terlalu muluk untuk bermimpi menyaingi Mueller dalam mengejar gelar top scorer. Namun, ketajamannya bisa saja menjadi batu sandungan bagi Jerman sekaligus memupus ambisi Mueller merebut Sepatu Emas.

    SKY SPORTS | ESPNFC | WHOSCORED | DWIRIYANTO AGUSTIAR

    Berita lain:
    Membelot, Bupati Sutedjo Diminta Keluar dari PDIP
    Ahok Berulang Tahun Bertepatan Hari Pertama Puasa
    Titiek: Keluarga Cendana 100% Dukung Prabowo-Hatta
    BEM Undip: Pindah TPS Bukan untuk Coblos Prabowo
    Pengguna Facebook di Indonesia Naik 6 Persen
    Asus Siapkan Jam Tangan Pintar Murah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.