Swiss Tak Punya Strategi Khusus untuk Redam Messi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapten tim Argentina Lionel Messi, melakukan selebrasi saat mencetak gol pada pertandingan Piala Dunia 2014. Messi berada diurutan ketiga pencetak gol terbanyak sementara pada Piala Dunia 2014 dengan 4 gol, dan membawa timnya melaju kebabak 16 besar. REUTERS

    Kapten tim Argentina Lionel Messi, melakukan selebrasi saat mencetak gol pada pertandingan Piala Dunia 2014. Messi berada diurutan ketiga pencetak gol terbanyak sementara pada Piala Dunia 2014 dengan 4 gol, dan membawa timnya melaju kebabak 16 besar. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Jelang perdelapan final Piala Dunia 2014 di Brasil, pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld, mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk mengunci pergerakan Lionel Messi. Ia optimistis anak asuhnya bisa menahan pergerakan pemain tim Argentina berusia 27 tahun tersebut.

    Man to man marking untuk Messi? Kami tidak menyiapkan itu. Kami akan menggunakan strategi jaringan yang fungsional,” katanya seperti dikutip situs Goal.com, Senin, 30 Juni 2014. Menurut dia, untuk bisa menang dalam partai tersebut, pemain Swiss membutuhkan konsentrasi dan fokus yang sangat tinggi.

    Hitzfeld mengatakan seluruh pemain Swiss harus memperhatikan seluruh peran penting di masing-masing lini dan harus siap mengantisipasi segala kemungkinan strategi lawan dan tidak boleh membuat kesalahan sekecil apa pun. “Jika kami bisa melakukan ini maka kami bisa menghentikan Messi,” katanya.

    Meski akan menjadi lawan, pelatih asal Jerman ini tetap melempar pujian bagi Messi. Menurut dia, Messi merupakan seorang pemain yang luar biasa. “Saya menikmati ketika menonton Messi bermain bola. Saya adalah fans Messi seperti tiap orang menyukai sepak bola,” katanya.

    ADVERTISEMENT

    Saat ini, Messi berada di peringkat kedua pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2014. Adapun pemain Kolombia, James Rodriguez, masih menjadi pencetak gol terbanyak. Argentina lolos dari babak penyisihan grup F setelah menang atas Iran dengan skor 1-0 pada pertandingan terakhir. Di grup tersebut, Argentina berada satu grup dengan Iran, Nigeria, dan Bosnia.

    GOAL.COM I ANANDA TERESIA

    Baca Juga:
    Digoda Real Madrid, Kiper Bosnia Setia di Stoke
    Warga Kosta Rika Rayakan Kemenangan
    Klinsmann Larang Pemain AS Pulang Sebelum Final


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.