Jerman Tak Perlu Bermain Indah, yang Penting Lolos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjaga gawang Aljazair, Rais M'Bolhi menepis tendangan pemain Jerman Philipp Lahm, dalam babak 16 besar Piala Dunia di Brasil, 1 Juli 2014. AP/Sergei Grits

    Penjaga gawang Aljazair, Rais M'Bolhi menepis tendangan pemain Jerman Philipp Lahm, dalam babak 16 besar Piala Dunia di Brasil, 1 Juli 2014. AP/Sergei Grits

    TEMPO.CO, Jakarta -Bek Jerman, Per Mertesacker, memberikan tanggapan keras atas serangkaian kritik yang dialamatkan pada timnas Jerman setelah susah payah menang atas Aljazair dalam babak perdelapan final yang digelar Selasa, 9 Juli dini hari. Ia mengatakan performa Jerman di atas lapangan tidak penting. “Saya tidak perduli dengan bagaimana kami bermain. Yang terpenting kami lolos ke perempat final,” katanya seperti dikutip dari Goal.com, Selasa, 1 Juli 2014.

    Dalam pertandingan tersebut, Aljazair berhasil memaksa Jerman bermain 0-0 hingga menit ke-90. Pada babak perpanjangan waktu, Jerman akhirnya menang melalui gol Andre Schurrle dan Mesut Ozil. Aljazair membalas melalui gol Abdelmoumene Djabou. 

    Pemain Arsenal ini mengatakan permainan indah tidak penting. Menurut dia, percuma saja bermain indah jika pada akhirnya Jerman tidak bisa lolos ke perempat final. “Apa yang Anda harapkan? Kami bermain indah tapi kemudian tidak lolos?” katanya.  

    Kapten Jerman, Philipp Lahm, mengakui bahwa Aljazair sempat membuat timnya kewalahan. Menurut dia, Jerman kehilangan banyak peluang khususnya di babak kedua. Lahm mengatakan Aljazair bermain ngotot hingga babak akhir dan ini berhasil menyulitkan timnya.

    “Kami tahu bahwa pertandingan ini akan berat. Mereka ingin bermain all-out dan merekamelakukannya. Kami gagal menyelesaikan beberapa peluang dan akhirnya kami harus menjalankan babak perpanjangan waktu,” kata Lahm.

    Lahm juga memuji pertahanan Aljazair. Menurut dia, pertahanan yang rapi tersebut telah membuat pergerakan pemain Jerman di daerah kotak penalti Aljazair menjadi terbatas. Lahm jugea menyebut serangan balik Jerman tidak maksimal. “Ketika menyerang,positioning kami buruk,” katanya.

    GOAL.COM I ANANDA TERESIA

    Baca Juga:
    Pemain Korea Selatan Dilempari Permen di Bandara
    Neymar Diyakini Bugar untuk Lawan Kolombia
    Jerman Susah Payah Taklukkan Aljazair 2-1

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.