Kamerun Akan Investigasi Skandal Pengaturan Skor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung timnas Kamerun membentangkan benderanya saat tim kesayangannya berlaga melawan timnas Mexico, di Brazil 13 juni 2014. AFP PHOTO / JUNIOR D. KANNAH.

    Pendukung timnas Kamerun membentangkan benderanya saat tim kesayangannya berlaga melawan timnas Mexico, di Brazil 13 juni 2014. AFP PHOTO / JUNIOR D. KANNAH.

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi sepak bola Kamerun, FECAFOOT, akan melakukan investigasi atas tudingan bahwa tujuh pemain nasional mereka terlibat dalam skandal pengaturan skor selama Piala Dunia 2014. FECAFOOT menyatakan telah memerintahkan komite etik untuk melakukan investigasi atas tujuh pemain tersebut.

    “Tuduhan bahwa ada pemain terlibat pengaturan skor dalam tiga pertandingan termasuk pertandingan Kamerun melawan Kroasia tidak menggambarkan prinsip dan nilai yang dianut asosiasi sepak bola Kamerun. Kami juga akan memeriksa tujuh orang yang diduga terlibat dalam pelanggaran tersebut,” kata Presiden Interim FECAFOOT, Joseph Owona, dalam sebuah pernyataan resmi seperti dikutip Reuters, Selasa, 1 Juli 2014.

    Pemain Kamerun diduga terlibat dalam pengaturan skor dalam tiga pertandingan di babak penyisihan Grup A Piala Dunia. Dugaan terkuat terjadinya pengaturan skor adalah partai Kamerun melawan Kroasia yang berakhir dengan skor 4-0 untuk keunggulan tim asal Eropa tersebut.

    Owona mengatakan FECAFOOT akan melakukan seluruh upaya yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya. Meski FIFA belum mengambil langkah, Owona mengatakan FECAFOOT tetap akan memerintahkan komite etik untuk terlebih dahulu melakukan investigasi.

    Tuduhan terjadinya pengaturan skor terjadi ketika Wilson Raj Perumal, dalam sebuah dialog dengan majalah Jerman, Der Spiegel, dengan akurat bisa memprediksi skor pertandingan dan memprediksi akan ada seorang pemain yang mendapatkan kartu merah. Faktanya, gelandang Kamerun, Alex Song, diusir keluar oleh wasit sebelum jeda karena pelanggaran atas pemain Kroasia, Mario Mandzukic.

    Selain Kamerun, dua negara Afrika lain yang diduga terlibat kasus pelanggaran selama Piala Dunia adalah Ghana dan Nigeria. Kedua negara yang sudah angkat koper ini diduga terlibat dalam skandal uang. Dua pemain Ghana, Sulley Muntari dan Kevin-Prince Boateng, dipulangkan. Muntari dipulangkan karena memukul salah satu petugas sementara Boateng diusir dari Brasil karena menghina pelatih.

    REUTERS I ANANDA TERESIA

    Baca Juga:
    Joachim Low Akui Jerman Kerepotan Hadapi Aljazair
    Pogba Bangga Loloskan Prancis ke Perempat Final
    Schurrle: Gol Saya Sebuah Keberuntungan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto