Pelatih Timnas Nigeria Mundur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stephen Keshi. Clive Mason/Getty Images

    Stephen Keshi. Clive Mason/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional Nigeria, Stephen Keshi, mengundurkan diri setelah timnya gagal lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2014. Nigeria gagal melaju ke perempat final setelah kalah oleh Prancis dengan skor 2-0 pada pertandingan yang digelar Senin, 30 Juni 2014, waktu setempat.

    Melalui akun Twitter-nya, Keshi mengumumkan pengunduran dirinya. Ia merasa terhormat telah menjadi bagian timnas Nigeria. “Rekan-rekan, menjadi pelatih Nigeria merupakan sebuah perjalanan yang luar biasa. Saya menikmati perjalanan tersebut dan merasa terhormat. Namun sekarang sudah waktunya bagi saya untuk mengundurkan diri,” tulis Keshi.

    Selain Keshi, kapten Nigeria, Joseph Yobo, juga mengakhiri kariernya di timnas setelah melewati seratus kaps internasional. Nigeria, yang bermain cukup mengesankan dan bisa mengimbangi permainan Prancis, akhirnya harus tersingkir dari Piala Dunia 2014. Ini adalah kali ketiga mereka kandas di babak 16 besar Piala Dunia. Sebelumnya, mereka juga terhenti di perdelapan final ini pada 1994 dan 1998.

    Keshi menuduh kipernya, Vincent Enyeama, sebagai biang kekalahan Nigeria dalam laga yang berlangsung di Estadio Nacional, Brasilia, Brasil, itu. Pada menit ke-79, Enyeama mencoba mengamankan bola hasil sepak pojok pemain Prancis dengan menepisnya. Namun bola muntahan itu justru membuka kesempatan bagi gelandang Prancis, Paul Pogba, untuk melakukan sundulan yang terarah. Bintang Juventus itu pun sukses menyarangkan bola ke gawang Enyeama.

    GOAL.COM | ANANDA TERESIA

    Baca Juga:
    Kamerun Akan Investigasi Skandal Pengaturan Skor  
    Joachim Low Akui Jerman Kerepotan Hadapi Aljazair 
    Pogba Bangga Loloskan Prancis ke Perempat Final   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.