Pelatih Argentina Samakan Messi dengan Maradona

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola tim nasional Argentina Lionel Messi (kiri) memainkan bola di samping rekan satu timnya Gonzalo Higuain (tengah) dan Ezequiel Lavezzi (kanan) dalam sesi latihan di Vespesiano, dekat Belo Horizonte, Brasil, Sabtu 28 Juni 2014. AP/Victor R. Caivano

    Pesepak bola tim nasional Argentina Lionel Messi (kiri) memainkan bola di samping rekan satu timnya Gonzalo Higuain (tengah) dan Ezequiel Lavezzi (kanan) dalam sesi latihan di Vespesiano, dekat Belo Horizonte, Brasil, Sabtu 28 Juni 2014. AP/Victor R. Caivano

    TEMPO.CO, Sao Paolo - Bintang Argentina, Lionel Messi, selalu dianggap sebagai bayang-bayang legenda negara tersebut Diego Armando Maradona. Namun, pelatih Argentina Alejandro Sabella kini menganggap Messi sudah menyamai Maradona jika melihat kontribusinya selama Piala Dunia 2014.

    “Messi adalah pemain penting bagi kami,” kata Sabella sebelum pertandingan melawan Swiss di Sao Paulo, Selasa, 1 Juli 2014. Dia menambahkan, “Maradona adalah pemain penting pada masanya dan kini Messi juga penting.”

    Maradona memimpin Argentina meraih piala pada Piala Dunia 1986. Setelah itu, Argentina tak pernah lagi menjadi juara turnamen paling akbar sejagat ini. Warga Argentina percaya mereka bisa meniru membangun tim juara bersama Messi.

    Kini kepercayaan ini tumbuh di Brasil setelah melihat penampilan apik Messi yang sudah menyarangkan empat dari enam gol Argentina. Gol Messi masih lebih sedikit satu gol dibandingkan Maradona di Piala Dunia 1986.

    Di Piala Dunia kali ini, Sabella mengatakan permainan Messi sangat menakjubkan sesuai ekspektasi banyak orang. Sabella mengaku sudah memperkirakan itu, namun dia menegaskan seluruh pemain Argentina juga menunjukkan penampilan yang baik. “Kami tentu saja senang terhadap Messi dan tim ini,” kata dia.

    Sabella tak menampik jika timnya tergantung dengan Messi seraya membandingkan seperti Brasil yang tergantung pada Neymar. Dia mengatakan Messi adalah pemain terbaik di dunia sedangkan Neymar adalah pemain yang menakjubkan. “Tentu saja, menjadi normal dengan pemain seperti itu tim bergantung pada mereka,” kata Sabella.

    Tidak seperti Neymar yang waktu kecil tetap tinggal di negaranya, Messi meninggalkan Argentina di usia muda. Pada umur 13 tahun dia pindah ke Barcelona. Ini menimbulkan kecurigaan di tanah kelahirannya bahwa dia lebih seperti orang Spanyol ketimbang menjadi warga Argentina. Namun tudingan itu kini sudah berubah.

    Argentina datang ke Brasil dengan tim yang tangguh seperti Sergio Aguero, Angel di María, Gonzalo Higuaín, dan Ezequiel Lavezzi. Melawan Swiss, Lavezzi diperkirakan akan menggantikan Aguero yang sedang mengalami cedera. Di Maria memuji penampilan Messi.

    “Tergantung pada Messi itu baik, dia salah satu pemain terbaik dunia. Tidak ada seorang pun yang bisa melakukan seperti yang dia lakukan. Kami beruntung dia milik kami,” kata Di Maria. Dia memprediksi Messi akan menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen ini.

    TELEGRAPH | WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita Terkait
    Swiss Memutus Beban Sejarah Lawan Argentina
    Mourinho Berharap Ada Kejutan di Perempat Final
    Admir Mehmedi Ogah Tukar Jersey dengan Messi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.