Kolom Piala Dunia: Rahasia Sukses ke Perempat Final  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah poster memperlihatkan trofi Piala Dunia berbunyi 'It is Ours' (bawah) bersama dengan bendera negara peserta Piala Dunia FIFA 2014 di Rio de Janeiro, Brasil. (Mario Tama/Getty Images)

    Sebuah poster memperlihatkan trofi Piala Dunia berbunyi 'It is Ours' (bawah) bersama dengan bendera negara peserta Piala Dunia FIFA 2014 di Rio de Janeiro, Brasil. (Mario Tama/Getty Images)

    TEMPO.CO - Piala Dunia 2014 sudah memasuki perempat final. Dalam 18 Piala Dunia terakhir, Jerman hanya sekali gagal menembus babak ini. Ini rekor yang luar biasa bagusnya. Lalu, apa rahasianya?

    Pertama-tama, perlu dicatat pemain dari setiap negara datang ke Brasil dalam kondisi yang jauh dari sempurna. Mereka sudah menjalani sebelas bulan kompetisi domestik. Setelah itu, mereka langsung bergabung ke timnas. Tak ada waktu istirahat.

    Jadi, bagaimana pemain bisa bertahan? Telepon saja harus di-charge beberapa kali agar tetap bisa digunakan. Selain itu, pemain pun menghadapi problem aklimatisasi dengan iklim di Brasil. Walaupun sedang mengalami musim dingin, suhu di beberapa tempat di Brasil mencapai 41 derajat Celsius. Para pemain justru harus berpindah dari suhu yang tinggi ke daerah bertemperatur 20-24 derajat Celsius atau bahkan lebih rendah lagi.

    Masalahnya, aklimatisasi itu tak selalu mudah dilakukan. Ketika pemain tak bugar gagal melakukan aklimatisasi, apa yang terjadi? Sekarang bayangkan bila daya baterai telepon kita di bawah 20 persen dan kita harus mulai membuka banyak aplikasi. Dalam waktu beberapa menit, telepon kita akan mati. Itulah yang terjadi pada beberapa pemain.

    ADVERTISEMENT

    Neymar, bintang Brasil, mengalami benturan keras di lutut kanan dan masalah dengan hamstring kiri saat melawan Cile. Nigel de Jong (Belanda) cedera otot di pangkal paha (groin) dan kariernya di Piala Dunia ini kelihatannya sudah berakhir. Pemain Belanda lainnya, Leroy Fer, cedera hamstring saat latihan.

    Jerman juga berkutat dengan masalah otot pangkal paha yang dialami Lukas Podolski. Sedangkan Argentina mengalami masalah dengan striker-nya, Sergio Aguero, yang diganggu cedera otot betis kiri. Belgia bahkan menjadi tim yang bisa disebut paling tidak fit. Lihatlah deretan pemain mereka yang cedera: Vincent Kompany, Thomas Vermaelen, Anthony van den Borre, Laurent Ciman, dan Mousa Dembele.

    Daftar panjang itu menjadi bukti para pemain itu datang ke Brasil tidak dalam kondisi terbaik. Banyak negara besar, seperti Spanyol, Portugal, Italia, dan Inggris, yang harus pulang kampung lebih dulu justru karena faktor ini.

    Jerman selalu berhasil menembus perempat final Piala Dunia pada 17 dari 18 keikutsertaan terakhirnya. Tim ini memang sangat disiplin dalam menjaga kebugaran tubuh. Mereka memiliki program recovery yang sangat baik dan selalu berusaha menyesuaikan diri dengan alam di sekitar mereka. Latihan di dalam sauna dan belajar dari militer merupakan salah satu rahasia kesuksesan mereka. Pembagian energi yang sangat efisien dalam pertandingan membuat mereka juga bugar untuk mampu bermain selama 90 menit dan kalau perlu 120 menit, seperti saat menghadapi Aljazair.

    Pada babak perempat final nanti, kondisi fisik tim-tim yang akan bertarung sudah mulai menipis. Para pemain jelas sudah sangat lelah, otot mereka sudah capek, mental sudah tidak stabil, dan badan menjadi rentan cedera. Dibutuhkan kejelian seorang pelatih dalam membuat program pemulihan. Recovery training dan istirahat, ditambah makanan yang berkarbohidrat tinggi, akan membantu mereka untuk bisa bermain maksimal pada babak berikut.

    Matias Ibo (Mantan Fisioterapis Timnas Indonesia)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.