Howard Pantas Dijuluki Man of The Match

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Howard menyelamatkan gawangnya dari kebobolan, dalam pertandingan Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Belgia di Salvador, Brasil, 2 Juli 2014. AP/Felipe Dana

    Tim Howard menyelamatkan gawangnya dari kebobolan, dalam pertandingan Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Belgia di Salvador, Brasil, 2 Juli 2014. AP/Felipe Dana

    TEMPO.CO, Salvador – Penjaga gawang Amerika SerikatTim Howard, memang pantas mendapatkan julukan man of the match. Meskipun skuad Negeri Abang Sam tersingkir dari Piala Dunia, Howard banyak menyelamatkan gawang dari derasnya serangan Belgia. Amerika Serikat memang harus mengakui keunggulan skuad The Red Devils dengan skor 1-2.

    Bagi Howard, kekalahan atas Belgia ini sungguh menyakitkan karena ia merasa timnya telah tampil dengan baik. “Kekalahan kita sungguh menyakitkan,” ujarnya. 

    Pemain belakang tim, Matt Besler, mengagumi penampilan rekannya yang seringkali menyelamatkan gawang dari serangan lawan. Gawang Amerika Serikat bisa banyak kebobolan gol kalau saja Howard tidak cekatan menangkisnya.

    Huge,” kata Besler ketika ditanya tentang Howard. “Dia adalah tulang punggung kami.”  Pelatih Amerika Serikat berkebangsaan Jerman, Jurgen Klinsmann, memuji penampilan Howard dalam menyelamatkan gawangnya. Bulan lalu Klinsmann pernah berkata, dia (Howard) merupakan satu dari lima kiper terbaik dunia.

    ADVERTISEMENT

    Bagi Howard yang kini berusia 35 tahun, Piala Dunia 2014 di Brasil merupakan kiprahnya yang  terakhir. Ia juga baru saja menyelesaikan kontrak terakhir dengan klub Everton pada Liga Utama Inggris.

    YAHOO SPORT|SETIAWAN ADIWIJAYA

    Baca juga:
    Tim Howard, Man of The Match AS vs Belgia
    Berkat Romelu Lukaku Ubah Permainan
    Kenang Kekalahan, Pemain Cile Bikin Tato


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.