Piala Dunia 2014, Tren Perpanjangan Waktu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Howard menahan bola tendangan pemain Begia, Jan Vertonghen pada babak 16 besar Piala Dunia, antara Amerika Serikat dan Begia di Brasil, 2 Juli 2014. AP/Themba Hadebe

    Tim Howard menahan bola tendangan pemain Begia, Jan Vertonghen pada babak 16 besar Piala Dunia, antara Amerika Serikat dan Begia di Brasil, 2 Juli 2014. AP/Themba Hadebe

    TEMPO.CO, Jakarta - Babak 16 besar Piala Dunia 2014 telah berakhir. Delapan tim berhak berlaga di perempat final. Mereka adalah Brasil,  Kolombia, Prancis, Jerman, Belanda, Kosta Rika, Argentina, dan Belgia. Semua sesuai dengan prediksi. Tak ada kejutan. Sebab, di atas kertas, kedelapan tim ini memang lebih dijagokan daripada lawannya masing-masing. Tapi, di lapangan, kondisinya tak semulus di atas kertas.

    Lihat saja pemenang lima dari delapan pertandingan di babak gugur ini yang ditentukan melalui extra time alias perpanjangan waktu. Malah, dua di antaranya berlanjut hingga adu penalti, yakni Brasil kontra Cile dan Kosta Rika versus Yunani. Pertandingan Belanda melawan Meksiko juga hampir harus melalui perpanjangan waktu. Tapi, tim Oranye mendapat hadiah penalti pada saat injury time. Belanda pun lolos. (Baca: Amerika Didorong jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026)

    Ada data statistik yang menarik soal perpanjangan waktu ini. Secara keseluruhan, 26,8 persen atau 55 dari 205 pertandingan di babak gugur dalam sejarah Piala Dunia harus berakhir melalui perpanjangan waktu. Pertandingannya bervariasi, dari putaran kedua hingga partai pamungkas. Pada putaran kedua atau babak 16 besar, 31,3 persen (25 dari 80 pertandingan) pemenangnya ditentukan lewat perpanjangan waktu. (Baca: Belgia Bermain Tanpa Beban Lawan Argentina)

    Di babak perempat final, angkanya 27,6 persen (16 dari 58). Di semifinal, persentasenya 21,9 persen (7 dari 23). Dalam perebutan posisi ketiga, babak perpanjangan waktu sangat jarang terjadi, persentasenya hanya 5,9 persen atau 1 dari 17 pertandingan. Itu terjadi pada Piala Dunia 1986. Sedangkan ihwal partai final, 6 dari 18 pertandingan harus berakhir lewat perpanjangan waktu atau 33,3 persen. (Baca: Pelatih Meksiko Ingin Bertahan 4 Tahun Lagi)

    Bukan tak mungkin persentase di atas akan berubah. Sebab, Piala Dunia 2014 ini masih menyisakan babak perempat final, semifinal, perebutan posisi ketiga, dan final. Lantas, siapa yang diuntungkan dengan adanya perpanjangan waktu ini? Ya, penonton. Karena semakin lama jalannya pertandingan, semakin panjang pula ketegangan dalam menyaksikan tim kesayangan.

    FIRMAN

    Baca Juga:
    Warga AS Pilih Nonton Bola daripada Baseball
    Pemain Kosta Rika Kunjungi Museum Pele  
    Jelang Perempat Final, Van Persie Cedera Paha  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.