FIFA Tak Temukan Bukti Pengaturan Skor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benjamin Moukandjo (kanan) bersama pemain Kroasia Danijel Pranjic, berusaha mengejar bola pada laga piala dunia di Brazil, 19 Juni 2014. Kroasia menyingkirkan Kamerun dengan skor 4-0. REUTERS/Andres Stapff

    Benjamin Moukandjo (kanan) bersama pemain Kroasia Danijel Pranjic, berusaha mengejar bola pada laga piala dunia di Brazil, 19 Juni 2014. Kroasia menyingkirkan Kamerun dengan skor 4-0. REUTERS/Andres Stapff

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro - Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tidak menemukan bukti bahwa ada pengaturan skor dalam laga antara Kamerun dan Kroasia di babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 seperti yang dilansir Der Spiegel. Sebelumnya surat kabar Jerman itu mengungkapkan adanya prediksi yang terlalu akurat atas pertandingan tersebut.

    FIFA sudah melakukan investasi ihwal kemungkinan keterlibatan pemain Kamerun dalam pengaturan skor pertandingan. “Sejauh ini kami belum menemukan satu bukti pun tentang adanya pengaturan skor pertandingan di pasar judi,” kata juru bicara FIFA, Delia Fischer, dalam jumpa pers di Rio de Janeiro, kemarin.

    Fischer mengatakan FIFA telah menghubungi pihak Der Spiegel untuk meminta bukti atas pemberitaan mereka. Termasuk wawancara dengan pelaku judi bola berkebangsaan Singapura, Wilson Raj Perumal. Selama belum ada bukti, media dan pihak-pihak lain diimbau agar tidak berspekulasi.

    “Media dan semua pihak yang terkait diimbau agar tidak mempertanyakan kredibilitas sebuah organisasi hanya sebuah pemberitaan di media massa,” kata Fischer.

    Der Spiegel mengklaim, dalam wawancara, Raj Perumal memprediksi Kamerun akan dikalahkan Kroasia 4-0. Namun ia membantah terlibat dalam pengaturan skor pertandingan Kamerun dan Kroasia seperti yang ditulis di Der Spiegel. (Baca: Kamerun Akan Investigasi Skandal Pengaturan Skor)

    “Saya memberikan komentar setelah pertandingan selesai,” ujarnya. Dalam laga itu, Kamerun kalah telak dengan skor 4-0, sama seperti prediksi Perumal. (Baca:Uang Saku Tak Jelas, Tim Kamerun Mogok)

    BREAKINGNEWS.IE | SETIAWAN ADIWIJAYA

    Baca Juga:
    Warga AS Pilih Nonton Bola daripada Baseball
    Pemain Kosta Rika Kunjungi Museum Pele  
    Jelang Perempat Final, Van Persie Cedera Paha  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.