Jelang Laga Lawan Prancis, Tim Jerman Tuai Kritik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rais M'Bolhi melakukan penyelamatan, dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia antara Aljazair dan Jerman di Porto Alegre, Brasil,1 Juli 2014. AP/Sergei Grits

    Rais M'Bolhi melakukan penyelamatan, dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia antara Aljazair dan Jerman di Porto Alegre, Brasil,1 Juli 2014. AP/Sergei Grits

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemenangan telak 4-0 atas Portugal pada awal Piala Dunia 2014 semakin meyakinkan penggemar bola bahwa Jerman adalah tim elite. Namun, menjelang pertandingan babak perempat final melawan Prancis, Jumat malam, 4 Juli 2014, penampilan anak asuh Joachim Loew ini menuai kritik.

    Tiga mantan kapten tim nasional Jerman, yakni Michael Ballack, Oliver Kahn, dan Lothar Matthaeus, mempertanyakan formasi yang diterapkan Loew. Mereka berpendapat Mesut Oezil kesulitan menjalani perannya sebagai playmaker. Selain itu, Jerome Boateng dan Benedikt Hoewedes, yang biasa bermain sebagai bek tengah, dirasa tidak cocok berposisi sebagai bek sayap.

    "Itu adalah penampilan terburuk selama tahun-tahun belakangan," kata Ballack soal pertandingan melawan Aljazair. Sedangkan Kahn berkata, "Line-up ini tidak lagi berfungsi."

    Pada laga kedua Grup G melawan Ghana, Jerman ditahan imbang 2-2. Saat melawan Amerika Serikat, Jerman susah payah dan akhirnya menang tipis 0-1. Begitu juga saat melawan Aljazair pada babak 16 besar, Jerman harus melalui babak tambahan untuk bisa menang 2-1.

    ADVERTISEMENT

    Kendati demikian, Loew tak sabar menjalani pertandingan melawan Prancis. Ia juga mengakui calon lawannya telah mengalami perkembangan positif. "Didier Deschamps (pelatih Prancis) telah mengubah Prancis sejak 2010, dan kami menanti-nantikan pertandingan klasik lagi," tutur Low.

    FIFA | GADI MAKITAN

    Baca juga:
    FIFA Khawatirkan Suporter Mabuk Meningkat
    Raul: Lini Depan Argentina Kurang Menggigit
    'GPS' Jauh Lebih Ampuh di Brasil  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.