Maradona: Argentina Jangan Tergantung kepada Messi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Armando Maradona. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Diego Armando Maradona. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro – Bintang legendaris Argentina, Diego Armando Maradona, mengingatkan skuadnya untuk tidak terlalu tergantung kepada sosok Lionel Messi saat melawan Belgia di perempat final. Bila Argentina ingin mengalahkan Belgia, maka harus mengandalkan pemain lain.

    Menurut "Si Tangan Tuhan", Argentina memiliki banyak pemain, seperti Angel Di Maria yang menjadi penyelamat Argentina saat melawan Swiss di babak 16 besar. Di Maria berhasil mencetak gol dua menit sebelum pertandingan berakhir setelah mendapat umpan dari Messi.  

    Argentina maju ke perempat final setelah mengalahkan Swiss dengan skor tipis 1-0 di Arena de Sao Paulo pada Selasa lalu. Tim Tango harus melakoni babak tambahan setelah skor 0-0 bertahan hingga akhir babak kedua.

    Messi memenangkan man of the match dalam empat laga dengan mencetak empat gol. Media massa Argentina menilai bahwa pengaruh Messi terhadap kemenangan Argentina sangat besar.

    Madona mengatakan pelatih Alejandro Sabella harus meningkatkan permainan tim sehingga tidak terlalu mengandalkan Messi. “Mungkin dia bisa mencetak gol yang bagus, tapi kalau tidak maka seolah-olah dia salah atas kekalahan Argentina,” ujarnya, kemarin.

    Maradona mengaku tidak terlalu terkesan dengan penampilan anak asuh Sabella saat bertanding melawan Swiss di babak 16 besar. "Messi sendirian. Tim tidak memiliki perubahan ritme, terutama pergerakan para striker-nya," katanya. 

    Dia mengatakan Argentina memiliki tim yang kuat dan bisa bermain jauh lebih baik lagi. “Itu tugas pelatih,” katanya.

    SKY SPORT| SETIAWAN ADIWIJAYA

    Baca Juga:
    Belanda Sebut Kosta Rika Lawan Berat
    Jelang Perempat Final, Jerman Belum Maksimal
    Kosta Rika Terinspirasi Pele Hadapi Belanda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.