Hadapi Kolombia, Brasil Dihantui Tekanan Mental  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Brasil Neymar, melewati rekannya David Luiz dan Marcelo saat melakukan latihan sebelum melawan Kolombia di Fortaleza, Brasil (4/7). AP/Andre Penner

    Penyerang Brasil Neymar, melewati rekannya David Luiz dan Marcelo saat melakukan latihan sebelum melawan Kolombia di Fortaleza, Brasil (4/7). AP/Andre Penner

    TEMPO.COFortaleza - Menjelang laga perempat final melawan Kolombia, dinihari nanti, tim tuan rumah harus menghadapi isu nonteknis. Luis Felipe Scolari khawatir atas kondisi mental pemain yang luar biasa tertekan. Pelatih yang membawa Brasil menjadi juara dunia pada 2002 itu sampai harus memanggil psikolog tim, Regina Brandao, ke markas demi memperbaiki kondisi mental Neymar dan kawan-kawan.

    "Saya harus berbicara dengan para pemain mengenai kondisi mental mereka. Selain bertemu langsung, kami juga intens berkomunikasi melalui WhatsApp, telepon, dan e-mail," kata Brandao seperti dikutip Guardian kemarin.

    Lemahnya mental pemain mulai muncul dalam pertandingan perdelapan final melawan Cile. Dengan susah payah, Brasil menang lewat adu penalti. Saat itu, hampir semua pemain kunci menangis, dari Neymar, Julio Cesar, David Luiz, hingga sang kapten, Thiago Silva. Insiden ini pun membuat direktur teknis tim Brasil, Carlos Alberto Parreira, geleng-geleng kepala.

    "Saat lagu kebangsaan dinyanyikan, mereka menangis. Babak perpanjangan waktu, mereka menangis. Sebelum dan sesudah tendangan penalti, mereka juga menangis. Ayolah, berhenti menangis," katanya. Tekanan harus menjadi juara di rumah sendiri dinilai menjadi penyebab utama Neymar dkk stres.

    ADVERTISEMENT

    Namun Scolari segera berbenah. Untungnya, kondisi teknis para pemain berbanding terbalik dengan kondisi mental. Neymar sudah dinyatakan bugar 100 persen. Beberapa pemain yang tadinya diragukan tampil sudah siap bertarung. Pelatih 65 tahun itu hanya harus mengganti Luiz Gustavo yang terkena akumulasi kartu dengan Paulinho.

    Scolari mungkin akan mengubah formasi 4-3-3 yang ia gunakan saat melawan Cile dengan formasi 3-5-2 untuk menyerang Kolombia dengan sangat frontal. Jika menggunakan formasi 3-5-2, bek Henrique akan menggantikan penyerang Fred, sementara Maicon akan menggantikan peran Daniel Alves sebagai bek kanan.

    Meski kecil kemungkinan Scolari akan mengubah formasi, Neymar menyatakan kesanggupannya untuk beradaptasi. "Saya bisa beradaptasi dengan formasi apa pun. Dengan atau tanpa penyerang tengah, kami harus tetap bermain maksimal," katanya.

    Dengan formasi lama, Neymar, Fred, dan Hulk tetap akan menjadi andalan di depan, sementara Paulinho, Fernandinho, dan Oscar akan memastikan asupan bola di tengah. Bek Real Madrid, Marcelo, yang sempat diberitakan cedera, sudah pulih dan siap bahu-membahu dengan Alves, bertahan dan memberi ancaman dari sayap.

    Pelatih Kolombia, Jose Pekerman, mengatakan status sebagai tim underdog justru menguntungkan anak asuhnya. Menurut dia, tekanan akan lebih banyak dirasakan oleh pemain Brasil. "Sebuah tim dengan banyak pemain bintang, tapi ketika tertekan, mereka tidak bermain dengan brilian. Piala Dunia kali ini menjadi menarik karena tim yang minim pemain bintang bisa merusak keseimbangan tim besar," ujarnya.

    James Rodriguez akan menjadi ancaman bagi Brasil. Pemegang gelar top scorer sementara Piala Dunia 2014 yang sudah mencetak lima gol ini siap merusak lini belakang Tim Samba dengan kecepatan dan fleksibilitasnya. Kemampuan Pekerman dalam menyeimbangkan pemain depan yang muda dan cepat dengan pemain belakang berpengalaman juga akan menjadi ancaman lain bagi Scolari. "Makin sedikit ruang diberikan bagi Rodriguez, makin besar peluang Brasil menang," kata gelandang Brasil dari klub Manchester City, Fernandinho.

    FIFA | REUTERS | TELEGRAPH | ANANDA TERESIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.