Kamerun Janji Selesaikan Dugaan Pengaturan Skor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aurelien Chedjou (kiri) bertarung dengan pemain Kroasia, Sammir, saat laga Kamerun kontra Kroasia. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Aurelien Chedjou (kiri) bertarung dengan pemain Kroasia, Sammir, saat laga Kamerun kontra Kroasia. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    TEMPO.CO, Salvador - Federasi Sepakbola Kamerun (FECAFOOT) berjanji akan segera menyelesaikan investigasi terkait tudingan pengaturan skor pertandingan di Piala Dunia 2014. Sebelumnya, tujuh pemain Kamerun dituduh terlibat dugaan pengaturan skor dalam pertandingan terakhir Grup A antara Kamerun dengan Krosia.

    “Investigasi sedang berjalan,” sebuah pernyataan dari FECAFOOT seperti dikutip Reuters. Federasi sudah meminta bukti melalui email kepada majalah Jerman Der Spiegel atlas tudingan ini. Sebelumnya, majalah Jerman ini melaporkan wawancara yang bisa memprediksi dengan tepat hasil pertandingan melawan Kroasia. Kameron kalah dengan skor 0-4 di pertandingan ini.

    Pemain tengah Kamerun, Alex Song dikeluarkan dari lapangan setelah menyikut pemain belakang Kroasia Mario Mandzukic. Hasil ini sesuai dengan prediksi Wilson Raj Perumal. Perumal yang diduga mengklaim wawancara dengan Der Spiegel diambil sesudah pertandingan Kamerun melawan Kroasia pada 18 Juni. 

    FECAFOOT mengingatkan publik bahwa mereka berkomitmen terhadap nilai-nilai sportivitas seperti integritas, fair play dan respek. Federasi juga menuduh pers internasional sudah menodai citra sepakbola Kamerun dan negara di Afrika tengah. Menurut mereka, tim nasional Kamerun dipublikasikan buruk dengan anggapan ingin mencari uang lebih banyak.

    ADVERTISEMENT

    FIFA juga sudah meminta Der Spiegel menyerahkan seluruh dukumen terkait klaim Perumal yang menyatakan agar Kamerun terlempar dari pertandingan grup. Kepala Keamanan FIFA, Ralf Mutscke meragukan klaim Perumal. Lembaga sepakbola dunia itu ingin melihat bukti yang dimiliki Der Spiegel. “Artikel itu menempatkan integritas pertandingan Piala Dunia dalam pertanyaan dan ini tuduhan serius,” kata Ralf.

    Menurut dia, FIFA sudah memantau 56 pertandingan dan akan memantau delapan pertandingan tersisa. Sejauh ini, kata dia, FIFA tak menemukan ada indikasi manipulasi di bursa taruhan dari pertandingan Piala Dunia. The International Center for Sport Security mendukung ketegasan FIFA dengan mengatakan tidak ada kecurigaan adanya bursa taruhan di turnamen ini.

    REUTERS | WAYAN AGUS PURNOMO

    Berita lain

    Seks Tak Ganggu Performa Pemain Bola  
    Bebeto Berharap Brasil Menang di Waktu Normal
    Pemain Jerman Waspadai Benzema  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.