Babak Pertama, Brasil Masih Unggul 1-0  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thiago Silva melakukan selebrasi usai menjebol gawang Kolombia saat laga Brazil kontra Kolombia pada piala dunia Brazil, 5 Juli 2014. ODD ANDERSEN/AFP/Getty Images

    Thiago Silva melakukan selebrasi usai menjebol gawang Kolombia saat laga Brazil kontra Kolombia pada piala dunia Brazil, 5 Juli 2014. ODD ANDERSEN/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Fortaleza - Brasil masih unggul 1-0 atas Kolombia hingga babak pertama pertandingan perempat final Piala Dunia 2014 di Estadio Castelao, Fortaleza, Sabtu dini hari, 5 Juli 2014, berakhir.

    Brasil unggul lewat gol kapten tim, Thiago Silva, yang terjadi pada menit ke-7. Gol bermula dari sepak pojok yang dilakukan Neymar. Bola dari sisi kanan penjaga gawang lolos dari pemain bertahan Kolombia dan tiba di kaki Silva, saat ia berada posisi yang tepat. Bola ia ceploskan ke sisi kiri gawang.

    Ini adalah gol pertama Thiago Silva di Piala Dunia 2014. Ini juga pertama kalinya tim berjulukan Selecao itu mencetak gol di bawah menit ke-15 selama Piala Dunia di Brasil.

    Setelah gol terjadi, semangat pemain Brasil kian menyala dan mereka terus menekan Kolombia. Namun, belum ada gol tambahan yang dihasilkan.

    Kolombia juga memiliki beberapa peluang. Salah satunya adalah tendangan bebas dengan jarak 19 meter dari gawang Julio Cesar pada menit ke-36. Namun, tendangan James Rodriguez masih bisa diblok pemain tengah Brasil, Fernandinho.

    Pada menit ke-42, Brasil juga mendapat tendangan bebas di dekat kotak penalti setelah Neymar dijatuhkan. Tapi, bola hasil tendangan Neymar masih melayang di atas mistar gawang David Ospina.

    FIFA | GADI MAKITAN

    Baca juga:
    Deschamps: Prancis Kalah Pengalaman dari Jerman
    Kapten Brasil Bantah Timnya Bermental Lemah
    Sundulan Hummels Antar Jerman ke Semifinal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.