Ketika Messi Harus Bertemu Tarantula  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thibaut Courtois (kiri) dan Lionel Messi. REUTERS/Sergio Moraes, REUTERS/Stefano Rellandini

    Thibaut Courtois (kiri) dan Lionel Messi. REUTERS/Sergio Moraes, REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Brasilia - Jika ada yang perlu Lionel Messi takuti dalam Piala Dunia kali ini, itu adalah Thibaut Courtois, kiper berjulukan Tarantula. Keduanya akan saling berhadapan pada perempat final di Stadion Nacional, Brasilia, malam ini. Messi, 27 tahun, memimpin Argentina, sedangkan Courtois menjaga benteng pertahanan Belgia.

    Secara statistik, Courtois unggul dalam pertemuan antar-keduanya. Peruntungan Messi tak pernah bagus setiap kali bertemu penjaga gawang Belgia ini. Courtouis dan Messi sama-sama bermain di La Liga. Courtois membela Ateltico Madrid dan Messi menjadi ujung tombak Barcelona.

    Penjaga gawang 22 tahun itu sukses membuat Messi mandul dalam tujuh pertemuan terakhir baik di Liga, Piala Super Spanyol, dan Liga Champions Eropa. Terakhir Messi menjebol gawang Tarantula pada Desember 2012, saat Barcelona menang 4-1 dan Messi menceploskan dua gol. "Saya sudah mengenal gaya mainnya," ujar Courtois kemarin.

    Kiper dengan tinggi 1,99 meter itu mengatakan La Pulga--julukan Messi yang berarti Si Kutu--merupakan tipe penyerang yang pantang membuang peluang. "Setiap memiliki kesempatan, (Messi) pasti menembak," kata Courtois.

    Dia tidak membutuhkan analisis video lagi, meski mengakui Messi selalu menghadirkan gerakan yang mengejutkan. "Satu-satunya yang bisa kiper lakukan adalah berkonsentrasi sepanjang pertandingan."

    Messiah--julukan lain Messi--menjadi "Juru Selamat" dengan empat gol dan satu assist pada empat pertandingan yang semua dimenangi Argentina. Pada pertandingan terakhir, yakni melawan Swiss di babak 16 besar, Rabu lalu, Messi melewati hadangan barisan pertahanan lawan sebelum melepaskan umpan matang yang membuat Angel di Maria mencetak gol tunggal pada menit ke-118.

    "Pertandingan nanti bakal heboh," kata Courtois, kiper dengan 100 pertandingan tanpa kebobolan (clean sheet). Sama seperti Argentina, Belgia selalu menang dalam tiga pertandingan di fase grup. Di babak 16 besar, mereka mengalahkan Amerika Serikat 2-1, lewat perpanjangan waktu. Si Tarantula mengatakan lini pertahanan Argentina lembek. "Kami bisa melukai mereka di sektor itu."

    Klaim itu bukan gertak sambal semata. Belgia merupakan tim dengan penyerangan terbaik di Piala Dunia 2014. Mereka tercatat 55 kali meluncurkan tembakan ke gawang lawan. Sebanyak 30 tembakan diamankan kiper dan 19 dibendung bek lawan.

    Diego Maradona, legenda Argentina, mengatakan performa Albiceleste--julukan tim negaranya yang berarti putih-biru langit--saat ini belum cukup untuk mengalahkan Belgia. "Argentina baru mengerahkan 40 persen dari kemampuannya," ujarnya. "Tidak boleh hanya mengandalkan Messi."

    ESPN | GOAL | REUTERS | FIFA | REZA MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto