Jerman Berfokus Menangi Laga Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thomas Mueller (13) melakukan selebrasi dengan Miroslav Klose dan beberapa rekan lainnya setelah berhasil mencetak gol ke gawang Brazil, pada pertandingan semifinal piala dunia, 7 Juli 2014. REUTERS/Eddie Keogh

    Thomas Mueller (13) melakukan selebrasi dengan Miroslav Klose dan beberapa rekan lainnya setelah berhasil mencetak gol ke gawang Brazil, pada pertandingan semifinal piala dunia, 7 Juli 2014. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Belo Horizonte – Setelah mempecundangi Brasil dengan skor telak 7-1, Jerman kini memfokuskan diri untuk menjadi juara Piala Dunia 2014. Dalam laga final yang akan dilangsungkan Ahad mendatang waktu setempat di Stadion Maracana, Jerman akan menghadapi pemenang laga Belanda melawan Argentina.

    Pelatih Jerman, Joachim Loew, berharap tim asuhannya tidak merayakan kemenangan dengan berlebihan. Ia meminta Klose dan kawan-kawan menyiapkan diri guna menghadapi laga final nanti. Bila Jerman bisa memenangi Piala Dunia 2014, ini akan menjadi trofi keempat Der Panzer setelah menunggu selama 24 tahun.

    “Kami belum mencapai tujuan akhir. Kami masih harus berjuang di laga final nanti,” kata penyerang Jerman, Thomas Mueller. Saat laga semifinal melawan Brasil di Estadio Mineirao, Mueller mencetak gol pertama pada menit ke-11.

    Toni Kroos dan Andre Schuerrle mencetak dua gol.  Sedangkan Miroslav Klose dan Sami Khedira masing-masing mencatak satu gol. Miroslav Klose mencatat sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang Piala Dunia 2014 dengan 16 gol. Ia mengalahkan rekor legenda Brasil, Ronaldo, yang mencetak 15 gol.

    ADVERTISEMENT

    “Kami datang ke sini untuk menjadi juara. Peluang kami cukup besar untuk memenangkan laga final, yakni 50:50,” kata Klose.

    CHANNEL NEWS ASIA | SETIAWAN ADIWIJAYA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.