Kiper Argentina Berterima Kasih ke Pelatih Belanda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sergio Romero. Dok: spox.com

    Sergio Romero. Dok: spox.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiper Argentina, Sergio Romero, mengucapkan terima kasih untuk pelatih tim nasionalnya, Alejandro Sabella, dan pelatih Belanda, Louis van Gaal. Mereka dinilai memberikan konstribusi terhadap kariernya. (Baca: Pelatih Argentina Yakin Menangi Piala Dunia)

    "Saya harus memberikan pujian baik untuk Alejandro Sabella maupun Louis van Gaal untuk semua yang mereka lakukan dalam karier saya," katanya. Van Gaal merupakan pelatih Romero saat keduanya berada di AZ Alkmaar.

    Romero senang dengan kemenangan timnya dalam pertandingan semifinal melawan Belanda dinihari tadi. Dia mempersembahkan kemenangan tersebut untuk keluarganya dan merayakannya bersama orang-orang lain.

    Argentina sukses melaju ke partai final Piala Dunia 2014 setelah menaklukkan Belanda 4-2 lewat adu penalti. Dengan hasil tersebut, timnya dipastikan melawan Jerman pada pertandingan final 14 Juli nanti. (Baca: Argentina Kalahkan Belanda Lewat Adu Penalti)

    ADVERTISEMENT

    Romero mengatakan akan sulit menghadapi Jerman. Menurut dia, dalam pertandingan nanti, apa pun bisa terjadi. Keberuntungan juga menjadi elemen penting kali ini.

    Meski demikian, ia tak ingin memikirkan pertandingan itu saat ini. Timnya akan merayakan kemenangannya melawan Belanda terlebih dahulu. Esok, mereka baru akan memikirkan pertandingan melawan Jerman nanti. "Mulai besok kami akan berpikir tentang Jerman dan final," ujarnya. (Baca: Final Piala Dunia, Menhub Prediksi Jerman Juara )

    FIFA | NUR ALFIYAH


    Baca juga:

    FIFA Skors Nigeria dari Ajang Internasional
    Sempat Sempoyongan, Mascherano Lanjut Bertanding
    Belanda Vs Argentina Dilanjutkan ke Babak Tambahan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.