Lavezzi: Argentina Siap Lumat Jerman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Paris Saint-Germain, Ezequiel Lavezzi menato tubuhnya dengan simbol Katolik, termasuk Bunda Maria di lengannya dan Yesus di dadanya. Menggemari pemain dunia Argentina, Diego Maradona, Lavezzi melukisnya pada tulang rusuknya. votemenot.com

    Penyerang Paris Saint-Germain, Ezequiel Lavezzi menato tubuhnya dengan simbol Katolik, termasuk Bunda Maria di lengannya dan Yesus di dadanya. Menggemari pemain dunia Argentina, Diego Maradona, Lavezzi melukisnya pada tulang rusuknya. votemenot.com

    TEMPO.CO, Sao Paulo - Gelandang tim nasional Argentina, Ezequiel Lavezzi, optimistis timnya akan menekuk Jerman dalam laga final Piala Dunia yang akan digelar pada Senin dinihari mendatang.

    "Jerman adalah tim yang sangat kuat. Mereka memainkan sepak bola yang atraktif. Tapi kami sama sekali tidak takut menghadapi mereka," kata Lavezzi seperti dikutip dari Goal, Kamis, 10 Juli 2014.

    Argentina lolos ke final setelah menekuk Belanda dengan skor 4-2 lewat adu penalti di Arena Corinthians, São Paulo, dinihari tadi. Dengan kemenangan ini, Argentina kembali ke final Piala Dunia setelah menunggu selama 24 tahun.

    Sedangkan Jeman merebut tiket ke final setelah mengalahkan Brasil dalam laga semifinal dengan skor fantastis: 7-1. Kemenangan besar ini membuat mereka lebih dijagokan meraih Piala Dunia.

    Namun Lavezzi memastikan kemenangan besar Jerman atas Brasil itu tidak akan mengintimidasi para pemainnya. "Mereka memang hebat, tapi kami juga tidak kalah hebat. Kami percaya kami bisa mengalahkan mereka."

    Argentina dan Jerman pernah bertemu di final Piala Dunia 1990 di Italia. Waktu itu, Jerman--saat itu masih bernama Jerman Barat--mengalahkan Argentina dengan skor 1-0. "Kini kami punya peluang untuk mengalahkan mereka."

    L’EQUIPE | SKY SPORTS | DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.