Mourinho Tak Sepakat dengan Perebutan Juara Ketiga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Chelsea Jose Mourinho mengacungkan jarinya ke udara pada pertandingan Liga Primer Barclays antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge, London, Inggris (22/3). Chelsea berhasil membantai Arsenal 6-0.  (Richard Heathcote/Getty Images)

    Manajer Chelsea Jose Mourinho mengacungkan jarinya ke udara pada pertandingan Liga Primer Barclays antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge, London, Inggris (22/3). Chelsea berhasil membantai Arsenal 6-0. (Richard Heathcote/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, tak sepakat dengan konsep perebutan juara ke tiga  dalam Piala Dunia. Menurut dia, para pemain yang kalah dalam semifinal jelas tak ingin bermain lagi. "Kamu kalah dalam semifinal, kamu tak ingin bermain," katanya.

    Mourinho yang mengetahui bagaimana sakitnya kalah itu mengatakan, meminta dua tim yang kalah kembali bermain merupakan kekonyolan. Menurut dia, para pemain yang kalah hanya ingin pulang ke rumah dan menangis, atau membawa istri dan anaknya untuk berlibur. (Baca: Mourinho: Jangan Salahkan David Luiz)

    Dia mengatakan para pemain ikut pertandingan untuk memperebutkan gelar juara. Mereka tak datang untuk memperebutkan juara ketiga atau keempat. "Kamu bertanding untuk menang," ujarnya. (Baca: Jose Mourinho: Ini Kesalahan Tim Brasil)

    Mourinho membandingkannya dengan kejuaraan tenis Wimbeldon. Di sana tak ada pemain yang merebutkan posisi ketiga.

    ADVERTISEMENT

    Brasil dan Belanda akan bertanding memperebutkan tempat ketiga setelah keduanya kalah dalam semifinal. Brasil sebelumnya ditaklukan Jerman 7-1, sedangkan Belanda kalah 2-4 dari Argentina. (Baca: Ron Vlaar: Mimpi Saya Hancur)

    EUROSPORT | NUR ALFIYAH


    Baca juga:
    Neymar Dukung Argentina di Final Piala Dunia
    Sanchez Resmi ke Arsenal
    Final Piala Dunia, Paus Dukung Siapa?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.