Brasil Habis-habisan, Belanda Ogah-ogahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas sepakbola Brasil, David Luiz (kiri) dan Belanda, Robin van Persie. Getty Images

    Pemain timnas sepakbola Brasil, David Luiz (kiri) dan Belanda, Robin van Persie. Getty Images

    TEMPO.CO, Brasilia - BRASILIA - Bermain melawan Belanda dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2014 di Estadio Nacional, Brasilia, dinihari nanti, bukanlah impian tim tuan rumah Brasil. Namun, mereka kini harus tetap tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan. Itu 
    satu-satunya cara untuk mengobati rasa malu setelah dicukur Jerman 7-1 dalam laga semifinal, Rabu lalu.

    "Saya jamin kami akan memainkan laga Sabtu (Ahad) seakan-akan itu adalah final Piala Dunia," ujar kapten tim nasional Brasil, Thiago Silva.

    Akibat akumulasi kartu kuning, Silva tidak bisa memperkuat Brasil saat Selecao menghadapi Jerman. Di tengah ketidakhadirannya, lini belakang Brasil goyah. Mereka tak berdaya menghadapi serangan Jerman, hingga kebobolan empat gol hanya dalam waktu 25 menit.

    Untuk bisa pulih dari kekalahan terbesar sepanjang sejarah itu, Silva berharap para fan Brasil tetap memberikan dukungan besar kepada mereka. "Rasa sakit dari kekalahan itu terlalu besar," kata dia. "Pada masa-masa sulit seperti inilah kami lebih membutuhkan kekuatan dari para fan."

    ADVERTISEMENT

    Neymar, yang sejak selesai melawan Cile dua pekan lalu divonis tak bisa lagi bermain dalam sisa pertandingan Piala Dunia 2014, tak ketinggalan memberi dukungan. Ia datang ke pusat latihan di Teresopolis, Kamis waktu setempat, untuk menyemangati teman-temannya. Ia juga bakal hadir dalam pertandingan melawan Belanda.

    Pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari, mengatakan anak buahnya harus bangkit dari keterpurukan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. "Saya tahu karier saya akan ditandai dengan kekalahan ini (dengan Jerman), tapi kami memiliki kewajiban untuk terus melangkah ke depan, berpikir mengenai gol berikutnya, yakni pertandingan perebutan tempat ketiga di Brasilia," kata dia. "Saya tahu ini adalah impian yang jauh lebih kecil, tapi kami harus menghormati seragam tim nasional."

    Scolari juga menyangkal bahwa timnya bermain buruk selama Piala Dunia 2014. "Turnamen tidak buruk seluruhnya. Hanya, kami mengalami satu kekalahan yang buruk," ujar dia.

    Pelatih yang membawa Brasil menjadi juara dunia 2002 itu berpendapat bahwa pencapaian Brasil di negaranya sendiri lumayan. "Sejarah harus mencatat bahwa Brasil, untuk pertama kalinya sejak 2002, berhasil mencapai semifinal," ujar Scolari.

    Jika motivasi adalah faktor terpenting, bisa jadi Brasil akan memenangi pertandingan ini. Sebab, Belanda tampaknya sudah ogah-ogahan. Pelatih Belanda, Luis van Gaal, mengatakan pertandingan perebutan tempat ketiga seharusnya tidak ada. Bagi dia, dalam sebuah turnamen, hanya ada satu pencapaian, yaitu menjadi juara. "Pertandingan ini tidak ada hubungannya dengan olahraga," ujar dia.

    Van Gaal juga menambahkan, tim yang bertanding dalam laga perebutan tempat ketiga bisa pulang sebagai pecundang, jika mereka kalah lagi. "Dan di sebuah turnamen di mana Anda bermain sangat luar biasa, Anda pulang sebagai pecundang," kata dia.

    Belanda memang tapil cukup mengesankan dalam Piala Dunia Brasil. Mereka menang telak atas mantan juara dunia, Spanyol, dengan skor 5-1, dan sebelum melawan Argentina, tak sekali pun menelan kekalahan.

    FIFA | INDEPENDENT | BBC | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.