Bentrok Dua Gaya, Jerman Vs Argentina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Jerman Toni Kroos (kiri) akan bertarung dilini tengah dengan gelandang Argentina Javier Masherano pada Final Piala Dunia 2014. Jean Catuffe/Getty Images, VI Images via Getty Images

    Gelandang Jerman Toni Kroos (kiri) akan bertarung dilini tengah dengan gelandang Argentina Javier Masherano pada Final Piala Dunia 2014. Jean Catuffe/Getty Images, VI Images via Getty Images

    TEMPO.CO, Rio de Jainero - Argentina tidak akan membiarkan Jerman leluasa bermain dalam pertandingan final Piala Dunia 2014 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, dinihari nanti. Argentina menyadari bahwa mereka akan menghadapi tim yang memiliki lebih banyak pemain berbahaya dibanding Belanda yang mereka kalahkan di semifinal 4-2 (0-0) melalui adu penalti.

    "Mereka (Jerman) mempunyai teknik, potensi, dan gaya. Mereka mengalahkan Brasil (7-1 di semifinal). Tapi kami akan berkonsentrasi penuh untuk memastikan mereka tidak punya ruang bermain," kata gelandang bertahan Argentina, Javier Mascherano.

    Argentina, Mascherano melanjutkan, tidak boleh membayangkan diri akan bermain atraktif seperti Brasil pada masa jayanya yang lampau dengan jogo bonito atau gaya sepak bola mereka sendiri yang menarik sehingga identik dengan tarian tradisi tango.

    Argentina, Mascherano menegaskan, harus bermain defensif melawan Jerman, gaya yang membuat mereka tidak kebobolan dalam tiga pertandingan terakhir--dua di antaranya melalui perpanjangan waktu. "Jika Anda melawan Jerman dan memberikan ruang buat mereka, itu akan sangat membahayakan."

    ADVERTISEMENT

    Pernyataan gelandang kawakan dari Barcelona itu menguatkan prediksi bahwa akan terjadi bentrok dua gaya dalam laga final ini, yaitu antara salah satu dari dua tim yang paling kuat pertahanannya dan satu dari tiga tim paling agresif di Piala Dunia 2014 ini.

    Dan, kemungkinan besar, kunci pertarungannya akan terjadi di lini tengah antara Mascherano dan Toni Kroos. Keduanya pantas masuk deretan pemain terbaik di Piala Dunia kali ini. Kroos menjadi penyalur sebagian besar serangan. Ia merancang tiga gol yang dibuat rekan-rekannya saat melawan Brasil dan mencetak dua gol dalam partai semifinal itu.

    Adapun Mascherano melakukan dengan sempurna perannya sebagai pemain perusak lawan buat tim asuhan Alejandro Sabella. Ia melakukan tackle yang gemilang untuk menggagalkan kesempatan bintang Belanda, Arjen Robben, mencetak gol pada menit terakhir, ke-90, yang bisa membuat tim Oranye menang 1-0.

    Dan, tentu saja Mascherano bukan cuma pakar dalam urusan tackle. Menurut WhoScored.com, ia masuk deretan pemain dengan umpan paling akurat di Piala Dunia 2014, yaitu dengan perhitungan rata-rata 90,4 persen. Kroos? Sedikit lebih unggul, 91,2.

    FIFA | GUARDIAN | HARI PRASETYO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.