Jerman Uji Siklus 24 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain timnas sepakbola Jerman berlatih dalam sesi latihan di Santo Andre di Brasil, 10 Juli 2014. (Photo credit should read PATRIK STOLLARZ/AFP/Getty Images)

    Sejumlah pemain timnas sepakbola Jerman berlatih dalam sesi latihan di Santo Andre di Brasil, 10 Juli 2014. (Photo credit should read PATRIK STOLLARZ/AFP/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim nasional Jerman akan menguji siklus 24 tahun di Piala Dunia kali ini. Sepanjang sejarah turnamen sepak bola terakbar sejagad tersebut, suatu negara akan meraih gelar juara dunia kempat setelah 24 tahun menunggu.

    Brasil membuktikannya saat meraih gelar juara dunia keempat pada 1994 lalu di Amerika Serikat. Terakhir mereka meraih juara adalah pada 1970 di Meksiko. Artinya, tim Samba --julukan Brasil-- harus bersabar selama 24 tahun!

    Italia kian menguatkan siklus tersebut saat meraih gelar juara dunia keempat mereka pada 2006 lalu di Jerman. Terakhir kali Azzurri --julukan Italia-- meraih gelar juara dunia adalah pada 1982 di Spanyol atawa 24 tahun sebelumnya.

    Nah, Piala Dunia kali ini adalah tepat 24 tahun setelah Jerman meraih gelar juara dunia ketiga mereka pada 1990 di Italia. Der Panser --julukan Jerman-- kini menguji siklus 24 tahun tersebut.

    Soal siklus ini, pelatih Jerman Joachim Low terlihat tak mau peduli. Dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Low memilih berfokus pada persiapan jelang laga. Ia ingin Philipp Lahm cs siap lahir-batin saat melawan tim Tango nanti. "Karena tim Argentina tak hanya soal Messi," kata Low.

    "Kalau kalian percaya Argentina hanya ada Messi, kalian salah. Mereka tidak tergantung pada Messi karena mereka punya Sergio Aguero atau Higuain."

    BERBAGAI SUMBER | ARIE FIRDAUS

    Baca juga:

    Jerman Vs Argentina, Pertarungan Lini per Lini

    Adu Penalti, Jerman Lebih Jago dari Argentina

    Data dan Fakta Jerman Vs Argentina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.