Piala Dunia 2018: Kroasia Kalahkan Inggris, Simak 7 Fakta Menarik

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Kroasia, Luka Modric (atas) dan Dejan Lovren, saat melakukan selebrasi. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

    Pemain Kroasia, Luka Modric (atas) dan Dejan Lovren, saat melakukan selebrasi. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mario Mandzukic membawa Kroasia lolos ke final Piala Dunia 2018. Ia mencetak gol pada menit ke-109 dan mengantarkan timnya mengalahkan Inggris 2-1 di Stadion Luzhniki, Kamis dinihari, 12 Juli 2018.

    Sebelum gol itu tercipta, Inggris sempat unggul lebih dulu lewat Kieran Trippier pada menit kelima. Namun Kroasia menyamakan kedudukan pada menit ke-68 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

    Kroasia lolos ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Mereka akan menghadapi Prancis pada Minggu, 15 Juli 2018. Sedangkan Inggris akan berebut posisi ketiga dengan Belgia sehari sebelumnya.

    Berikut sejumlah fakta menarik terkait dengan pertandingan ini dan hasilnya:

    - Inggris tersingkir sebanyak empat kali dari lima semifinal terakhir mereka di turnamen besar. Empat kekalahan itu dialami secara beruntun (Euro 1968 saat melawan Yugoslavia, Piala Dunia 1990 melawan Jerman, Euro 1996 melawan Jerman, serta Piala Dunia 2018 berhadapan dengan Kroasia).

    - Inggris menjadi tim kedua dalam 19 laga semifinal terakhir yang kalah setelah sempat unggul lebih dulu. Ia menyusul nasib buruk Italia pada 1990 saat dikalahkan Argentina lewat adu penalti.

    - Kieran Trippier menjadi pemain kedua yang mencetak gol tendangan bebas untuk Inggris di Piala Dunia. Ia mengikuti jejak David Beckham pada 1998 dan 2006.

    - Inggris mencetak sembilan gol dari skema bola mati (set pieces) pada Piala Dunia 2018, yang terbanyak dicetak satu tim dalam sejarah turnamen ini.

    - Ivan Perisic sudah mencetak empat gol dalam Piala Dunia. Hanya Davor Suker (enam gol) yang mengunggulinya.

    - Kroasia lolos ke babak final untuk pertama kalinya. Sebelumnya, torehan terbaik mereka adalah posisi ketiga pada 1998, pada masa generasi emas pertama era Davor Suker.

    - Para pemain Kroasia saat ini, dengan pentolan Luka Modric, dilabeli generasi emas kedua. Mereka sudah melewati torehan generasi emas sebelumnya, bahkan berpeluang mempersembahkan gelar juara untuk pertama kalinya.

    OPTA | FIFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.