Inggris Hanya Finis Ke-4, Delph: Kami Akan Menyesal hingga Mati

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bek Inggris, John Stones, mencoba menghentikan laju penyerang Belgia, Romelu Lukaku, dalam pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2018 di stadion Saint Petersburg, Rusia, 14 Juli 2018. REUTERS/Lee Smith

    Bek Inggris, John Stones, mencoba menghentikan laju penyerang Belgia, Romelu Lukaku, dalam pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2018 di stadion Saint Petersburg, Rusia, 14 Juli 2018. REUTERS/Lee Smith

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Inggris Fabian Delph mengatakan dia dan rekan satu timnya akan hidup dengan penyesalan hingga akhir usia mereka atas kekalahan di babak semifinal Piala Dunia oleh Kroasia. Mereka akhurnya hanya menempati posisi keempat setelah kembali menderita kekalahan 2-0 dari Belgia di pertandingan perebutan tempat ketiga pada Sabtu.

    Delph mengaku masih sangat terpukul dengan hasil pertandingan dengan Kroasia. Tim besutan Gareth Southgate itu sempat memimpin 1-0 pada babak pertama pada pertandingan Rabu, sebelum Kroasia bangkit kembali dan memaksakan perpanjangan waktu sekaligus memetik kemenangan 2-1.

    "Saya kecewa, ini adalah turnamen besar bagi kami secara pribadi dan pada tingkat tim. Kami memang bisa pulang dengan rasa bangga akan diri kami sendiri tetapi saya pikir kami juga akan menyesali diri kami pada saat-saat yang singkat itu," kata Delph kepada televisi ITV.

    Delph melanjutkan, "Di semifinal saya pikir kami memiliki peluang besar untuk mencapai final dan kami justru kalah," katanya.

    Ia menyebut penyesalan akan dia rasakan sangat lama. "Tidak hanya dalam waktu-waktu pada saat ini saja, saya pikir untuk sepanjang sisa hidup kita, kita akan selalu menyesali diri kita sendiri karena kita berpikir memiliki peluang nyata di sana," tambah gelandang Manchester City itu.

    Tim Southgate yang tidak berpengalaman tidak berhasil melangkah jauh di turnamen, tetapi mereka telah menyamai finis terbaik mereka sejak memenangkan Piala Dunia pada tahun 1966.

    "Kami telah membuat perubahan besar, kami memiliki kamp fantastis dan saya pikir kami harus membangun sesuatu untuk empat tahun mendatang," kata Delph. "Menyelesaikan turnamen dengan kekalahan di sana (hari ini) tidak menjadi persoalan bagi kami. Kami mempunyai tim yang sangat bagus hari ini dan mampu meraih peluang mereka."

    Apakah dia merasa Belgia, yang dikalahkan Prancis di babak semifinal, adalah tim yang lebih kuat dari finalis Kroasia? Delph mengiakan. "Saya percaya begitu. Mereka tampaknya menjadi tim yang lebih baik daripada Kroasia."

    Ia segera melanjutkan, "Tetapi ini adalah sepak bola dengan sistem gugur yang hanya membutuhkan satu penampilan dan beberapa hal aneh yang terjadi dan fair play untuk Kroasia dan mereka melakukannya dengan baik. Mereka terus melaju tanpa henti untuk mayoritas pertandingan yang mereka menangkan. Jadi saya berharap mereka semua adalah terbaik tetapi kami juga memainkan tim yang sangat bagus saat ini."

    Pada laga perebutan posisi ketiga, Inggris ditekuk Belgia 0-2. Gol di laga itu dicetak Thomas Meunier dan Eden Hazard.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.