Prancis Hancur Total!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Prancis tampak kecewa setelah gawangnya dibobol oleh pemain Afrika Selatan. AP/Francois Mori

    Para pemain Prancis tampak kecewa setelah gawangnya dibobol oleh pemain Afrika Selatan. AP/Francois Mori

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Prancis hancur total di Afrika Selatan. Setelah dilanda pertikaian internal yang sampai dianggap mencoreng citra negara, Franck Ribery dan kawan-kawan dilumpuhkan tuan rumah Afrika Selatan 2-1 pada laga terakhir Grup A di Stadion Free State, Bloemfontein, kemarin malam. Les Bleus terpaksa pulang tanpa meraih satu kemenanganpun di Piala Dunia kali ini.

    Dituntut harus memenangkan pertandingan, Prancis sempat tampik apik di awal Laga. Namun gawang Hugo Lloris kebobolan di menit ke-20. Berawal dari tendangan sudut, bek Bongani Khumalo terbang di atas Abou Diaby untuk menanduk bola.

    Bafana-Bafana makin di atas angin setelah Yoann Gourcouff diusir keluar lapangan di menit ke-25. Unggul jumlah pemain dimanfaatkan striker Katgelo Mphela yang mengelabui Gael Clincy untuk mencetak gol kedua di menit ke-36.

    Sedangkan gol hiburan Prancis, yang pertama di tiga pertandingan, dicetak pemain pengganti Florent Malouda di menit ke-70. Gol ini sekaligus menandai akhir kepemimpinan Domenech sejak 2004. Posisinya akan digantikan Laurent Blanc usai Piala Dunia.

    Meski menang, Afrika Selatan tak bisa menghindari dirinya menjadi tuan rumah pertama sejak Piala Dunia pertama atahun 1930 yang gagal melangkah ke babak berikutnya. Pasalnya, di pertandingan lain Grup A, Meksiko hanya kalah 0-1 dari Uruguay.

    Sama-sama mengemas nilai 4, Meksiko berhak mendampingi Uruguay karena unggul dalam produktifitas mencetak gol. Pada laga di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg, gol tunggal kemenangan Uruguay disumbangkan Luiz Suarez pada menit ke-43.

    Persiapan Prancis menjelang pertandingan ini memang didera segudang masalah. Hasil buruk -- ditahan imbang 0-0 Uruguay dan kalah 0-2 dari Meksiko -- pengusiran Nicolas Anelka dan pemberontakan pemain yang sampai membuat presiden Nicolas Sarkozy turun tangan.

    “Sepak bola Prancis sedang menghadapi sebuah bencana, bukan karena kalah dalam sebuah pertandingan, tetapi bencana ini adalah bencana morall" kata Menteri Olahraga Prancis, Roselyne Bachelot, Selasa (22/6).

    REUTERS | ARIS | RAJU FEBRIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.