"O, Mi Dio"  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Alessandra Tarantino

    AP/Alessandra Tarantino

    TEMPO Interaktif, Bloemfontein --  "O, Mi Dio". Itulah kalimat yang meluncur dari mulut Jorge Larrionda saat menyaksikan tayangan gerak lambat pertandingan Jerman melawan Inggris, Ahad (27/6). Di menit 39 gelandang Inggris Frank Lampard melambungkan bola ke gawang Jerman. Bola membentur mistar, lalu masuk gawang, sebelum memantul keluar dan dipungut kiper Manuel Neuer.

    Merasa bisa menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol, Pasukan Tiga Singa bersorak sementara bek-bek Jerman melambai-lambaikan tangan. Sang Wasit menghampiri hakim garis Mauricio Espinosa, rekannya sesama pengadil asal Uruguay. Setelah berdiskusi beberapa saat, Larrionda menyatakan tembakan Lampard bukan gol. "Play on," ujarnya sembari melambaikan tangan menghalau protes pemain Inggris.

    Sekitar 25 ribu pendukung Inggris yang memadati Stadion Free State, Bloemfontein, meradang dan menghujat wasit dengan kata-kata kotor. Kuatir akan keselamatan sang wasit, tim keamanan FIFA mengawalnya dengan ketat hingga dua jam setelah pertandingan. Dia pun mendapat pengawalan polisi saat meninggalkan stadion.

    Kalimat  "O, Mi dio," yang berarti "Oh, Tuhanku" yang terucap dari bibir Larrionda mengungkapkan penyesalannya atas keputusan itu. Tayangan gerak lambat memperlihatkan bola sempat masuk sejauh satu meter melewati garis gawang. Namun efek puntir dari tendangan Lampard membuatnya memantul ke luar.

    Pelatih Inggris Fabio Capello menyatakan keputusan itu jadi titik balik pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Inggris 4-1. "Kalau dinyatakan masuk, kami bakal bermain dengan gaya yang berbeda," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Inggris berduka. Kanselir Jerman Angela Merkel sampai harus mengucapkan maaf kepada Perdana Menteri Inggris David Cameron saat mereka nonton bareng di pertemuan puncak G20 di Kanada. "Seantero negara akan bertanya 'apa jadinya jika gol itu tidak dianulir'," ujar Cameron. Rumah judi William Hill menyatakan akan memberi uang bagi petaruh yang menjagokan Lampard mencetak gol.

    Sayang, teknologi tidak bisa dijadikan patokan. Keputusan wasit juga tidak bisa dicabut lagi. Insiden ini kembali memicu perdebatan penggunaan teknologi sebagai dasar keputusan. Mantan kapten Inggris Alan Shearer langsung tampil sebagai ujung tombak kampanye itu. "Semua bintang dan pemain profesional mengharapkan, kecuali satu orang," ujarnya.

    Shearer menyindir Presiden FIFA Sepp Blatter, yang terus menolak teknologi sebagai dasar keputusan wasit. "Tapi dia pasti akan mempertimbangkannya sekarang," katanya.

    DAILY MAIL | TELEGRAPH | REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.