Tim Inggris Dikecam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Matthew Upson menaklukkan Manuel Neuer dan memperkecil ketertinggalan Inggris menjadi 1-2. REUTERS/Dylan Martinez

    Matthew Upson menaklukkan Manuel Neuer dan memperkecil ketertinggalan Inggris menjadi 1-2. REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO Interaktif, London - Kalah telak 4-1 oleh musuh besarnya, Jerman, membuat tim Inggris mendapat kritik keras dan dikecam habis-habisan oleh media massa di negaranya.  Inggris sebelumnya sudah dikritik saat melewati babak penyisihan grup tanpa meraih satu kemenangan dan hanya bisa mencetak dua gol.

    The Sun, tabloid paling laris di Inggris, membuat berita utama yang menyasar para pemain tim nasional dan menyebut mereka membiarkan negaranya hancur. "Kita yang memberikan sepak bola kepada dunia. Tapi sejak 1966, dunia menolak dengan keras untuk mengembalikannya," tulis Sun merujuk pada satu-satunya gelar Piala Dunia yang pernah diraih Inggris. "Lalu Inggris tampil memalukan dan gagal meraih kemenangan dari musuh lamanya, Jerman."

    Inggris memang memiliki banyak pemain top yang berkecimpung di tim-tim hebat dalam Liga Primer, kompetisi sepak bola terbaik di seluruh dunia. Namun hal tidak membuat tim Inggris tampil hebat di Piala Dunia. Melawan Jerman, permainan Inggris, terutama di sisi pertahanan, tampak berantakan.

    "Perjalanan tim berakhir di sini dengan memalukan, semangat yang muncul dari ketidakadilan dan rasa putus asa untuk meraih kemenangan moral kini hancur berantakan. Generasi Emas sudah di ambang kehancuran. Perjalanan Inggris di Piala Dunia berakhir dengan bencana," tulis Daily Express.

    Daily Mail menyebutkan bahwa gol Frank Lampard, yang tidak dianggap sah oleh wasit meski bolanya sempat melewati garis gawang, dinilai bukanlah penyebab kegagalan besar tim Inggris. Inggris kalah karena mereka bermain dengan frustasi yang menyebabkan gawang mereka dihujani gol. "Tim Inggris benar-benar rusak dan sangat ceroboh secara teknis maupun taktiknya. Tim yang berisi pemain berkualitas ternyata tak berdaya menghadapi serbuan lawannya."

    The Sun juga menyebutkan gol yang tidak dianggap sah oleh wasit itu bukanlah faktor utama kekalahan Inggris. Pelatih Fabio Capello disebut-sebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas buruknya permainan Inggris. "Capello membuat tim Inggris terlihat seperti kucing ketimbang Tiga Singa yang punya taring." Tiga Singa adalah julukan tim Inggris yang diambil dari logo yang ada di kostum mereka.

    Daily Star menyebutkan suporter Inggris juga merasa putus asa atas kegagalan tim kesayangannya dan mempermalukan Capello dengan menyanyikan lagu yang menyebut nama Sven Goran Eriksson, mantan pelatih Inggris sebelumnya. "Inggris mengakhiri Piala Dunia dengan malapetaka, kekalahan memalukan yang pernah diterima oleh bangsa ini dan Capello yang dipersalahkan."

    Tuntutan agar Capello mundur dari jabatan pelatih memang langsung bermunculan setelah Inggris tumbang. "Dari empat pertandingan yang dijalani Inggris, tiga diantaranya berakhir dengan malapetaka. Mereka gagal mencetak gol dan bertahan seperti orang bodoh. Itu semua tanggung jawab Capello," seperti ditulis The Times.

    AP|REUTERS | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.